Tapi anehnya, program yang digaungkan justru makan siang gratis, bukan pendidikan gratis yang lebih mendasar.
Lihatlah BYD. Dengan 110.000 insinyurnya, mereka berhasil menciptakan Atto 1 yang penjualannya di Indonesia pada Oktober lalu bahkan mengalahkan gabungan Ayla, Agya, Calya, Brio, dan Sigra. Satu mobil saja bisa mengangkangi semua pesaingnya.
Inilah yang namanya kekuatan sesungguhnya. Inilah bukti bangsa yang besar, bukan sekadar omong besar.
Merek-merek lain tentu tak mau kalah. Persaingan semakin sengit. Lalu, bagaimana dengan Pindad dan Esemka? Kalau jadi proyek negara yang dipaksakan pakai APBN, ya mungkin saja bisa cuan. Tapi sekali lagi, itu bukan mobil nasional yang sesungguhnya.
(Tere Liye)
__________________________________
BYD Atto 1, yang dikenal secara global sebagai BYD Seagull, adalah mobil listrik city car kompak. Di Indonesia, mobil ini hadir dalam dua pilihan varian: Dynamic dan Premium.
Artikel Terkait
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik