Begitu situasi mulai mengkhawatirkan, pihak TSI langsung membuka jalur alternatif untuk mengevakuasi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. “Kalau alirannya terlalu deras, kita punya jalur alternatif yang bisa motong, misalnya dari area gajah bisa ke kudanil,” jelas Danang.
“Atau solusi keduanya kita pakai jalur safari malam. Jalur relatif tanpa ada sungai,” sambungnya lagi.
Ia juga menambahkan, pengelola sudah memberikan imbauan kepada calon pengunjung yang berencana datang saat cuaca sedang tidak bersahabat. Meski arus sungai sering deras, tapi kejadian meluap sampai ke jalur pengunjung seperti ini baru pertama kalinya terjadi.
“Yang video ini baru pertama kali, tetapi deras cukup sering, tapi nggak seperti kemarin,” pungkas Danang.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah, Klaim Asuransi Tani Tembus Rp 9,4 Miliar
Ramadan, Tradisi Ziarah ke Makam Ulama dan Tokoh Sejarah di Sulawesi Selatan
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada Kamis
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan