Ancaman di Atas Kepala: Pohon Tua Manado Mengintai Warga

- Rabu, 19 November 2025 | 18:00 WIB
Ancaman di Atas Kepala: Pohon Tua Manado Mengintai Warga
Kondisi Pohon Penghijauan di Manado Mengkhawatirkan Warga

Kondisi Pohon Penghijauan di Manado Mengkhawatirkan Warga

Fungsi pohon penghijauan di Kota Manado, Sulawesi Utara, kini berbalik menjadi ancaman keselamatan. Warga menilai vegetasi kota tersebut sudah tidak terawat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Suara dari Jalanan

Asri, Pengemudi Ojek Online mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi pohon yang semakin rimbun dengan ranting menjorok ke badan jalan.

"Sudah ada bukti ketika ada pohon tumbang di area Sario beberapa hari lalu. Harusnya ini sudah menjadi tanda untuk pemerintah agar segera memotongnya," tegas Asri yang setiap hari menjelajahi sudut-sudut kota.

Kekhawatiran serupa disampaikan Maykel, Pengemudi Mikrolet, yang menyoroti kondisi cuaca berangin yang memperparah situasi.

"Di dekat lapangan Tikala yang ada di depan kantor Wali Kota, sering ada ranting kecil yang jatuh ke jalan. Ini berbahaya untuk pengguna jalan, khususnya pengendara motor," ujarnya.

Potensi Bahaya di Malalayang

Imanuel, Warga Malalayang Dua melaporkan kondisi mengkhawatirkan di sepanjang jalan menuju Malalayang. Menurutnya, banyak pohon besar terlihat rapuh dan tidak terawat.

"Sudah besar tapi terlihat rapuh. Ini berbahaya sekali. Sudah ada contoh lalu ada tiga mobil tertimpa. Harusnya pemerintah bergerak cepat," desak Imanuel.

Analisis Kondisi

Beberapa faktor yang diamati di lapangan:

  • Ranting pohon yang menjorok ke area jalan raya
  • Struktur pohon yang tampak rapuh dan tidak stabil
  • Potensi bahaya meningkat selama musim angin kencang
  • Kurangnya perawatan vegetasi kota secara berkala

Masyarakat kini menanti respons dan tindakan konkret dari Pemerintah Kota Manado untuk mengatasi masalah keamanan publik ini sebelum terjadi insiden yang lebih serius.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar