Rocky Gerung: Kasus Ijazah Jokowi Akan Berujung di Pengadilan
Pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapan mendalam mengenai perkembangan terkini kasus dugaan ijazah Presiden Joko Widodo. Menurutnya, penetapan Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai tersangka menjadi babak baru yang signifikan dalam perjalanan kasus ini.
Rocky Gerung menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil oleh pihak berwajib telah membuka jalan menuju proses peradilan. Hal ini dinilai akan memaksa Jokowi untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai status ijazahnya di hadapan publik.
"Ini akan menjadi tahap yang paling menantang bagi Pak Jokowi. Dia akhirnya harus menghadapi pengadilan dan menyampaikan penjelasan secara verbal kepada bangsa mengenai status ijazahnya," ujar Rocky Gerung dalam channel YouTube-nya yang tayang pada Senin (17/11/2025).
Dampak Politik Kasus Ijazah Jokowi
Rocky Gerung menegaskan bahwa persoalan ijazah ini bukan sekadar masalah hukum semata, tetapi juga memiliki implikasi politik yang luas. Kasus ini dianggap sebagai kesempatan untuk mengungkap kebenaran atas berbagai tuduhan yang selama ini dilayangkan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan.
"Pertanyaan warga negara yang bertahun-tahun tidak dijawab oleh kepala negara akhirnya akan menemui kejelasan di pengadilan. Sebagai kepala negara, Pak Jokowi harus mempertanggungjawabkan segala pertanyaan yang diajukan publik," jelas Rocky Gerung.
Kritik Terhadap Sikap Jokowi
Rocky Gerung mengkritik sikap Jokowi yang dinilai membiarkan polemik ijazahnya menggantung selama bertahun-tahun. Menurutnya, tindakan ini menunjukkan sisi kejam dari presiden karena dinilai mempermainkan psikologi publik.
"Jika dari awal mengetahui bahwa ijazahnya asli, seharusnya langsung ditunjukkan kepada publik agar tidak terjadi penghukuman sosial yang berkepanjangan," tandas Rocky Gerung.
Keterkaitan dengan Kasus Gibran
Analisis Rocky Gerung juga menyoroti keterkaitan kasus ini dengan Gibran, yang juga dituduh memiliki ijazah palsu. Menurutnya, Jokowi mulai menunjukkan kepanikan ketika kasus mulai menyentuh keluarganya.
"Kepanikan ini menunjukkan bahwa isu ijazah berpotensi mengguncang sistem bernegara kita, sistem moral bangsa, dan bahkan psikologi politik dari Presiden Prabowo," pungkas Rocky Gerung.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah