Mengapa Kritik terhadap Presiden Adalah Bagian Penting dari Demokrasi dan Ajaran Islam
Banyak yang keliru menganggap kritik terhadap presiden sebagai serangan terhadap pemerintah atau ancaman stabilitas nasional. Padahal, dalam sistem demokrasi dan khazanah pemikiran Islam, kritik justru berperan sebagai mekanisme kontrol untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan menjaga akuntabilitas kekuasaan.
Pandangan Filsuf Barat tentang Hakikat Kekuasaan
Filsuf politik Inggris, Lord Acton, menyampaikan pernyataan terkenal: “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Pernyataan ini bukan sekadar teori, tetapi pelajaran dari sejarah panjang peradaban manusia. Kekuasaan tanpa pengawasan publik hampir selalu berujung pada penyimpangan.
Dalam suratnya tahun 1887, Acton menegaskan bahwa bahkan pemimpin terbaik pun dapat tergelincir tanpa adanya kontrol masyarakat. Setiap pemegang kekuasaan, termasuk presiden, harus siap menerima kritik lebih ketat daripada warga biasa. Zona nyaman tanpa kritik akan mengurangi kepekaan moral dan membuka ruang korupsi.
Perspektif Islam tentang Kewajiban Mengkritik Penguasa
Tradisi pemikiran Islam sejalan dengan pandangan Acton. Ulama klasik dan modern menekankan bahwa pemimpin adalah manusia biasa yang rentan terhadap kesalahan dan kelalaian.
Pandangan Imam Al-Ghazali
Imam Al-Ghazali dalam Nashihat al-Muluk menulis bahwa kerusakan rakyat berawal dari kerusakan penguasa. Ulama dan masyarakat memiliki kewajiban menasihati pemimpin untuk mencegah penyimpangan yang merugikan negara.
Pemikiran Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah dalam Al-Siyasah al-Syar'iyyah menegaskan bahwa keadilan adalah fondasi negara, bukan identitas pemimpin. Kritik terhadap penguasa yang tidak adil merupakan kewajiban moral untuk menegakkan kemaslahatan bersama.
Teladan Al-Hasan al-Bashri
Al-Hasan al-Bashri, seorang tabi'in, dikenal karena keberaniannya menyampaikan surat pedas kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ia menekankan bahwa pemimpin sejati adalah pelindung rakyat, bukan penguasa yang menindas.
Artikel Terkait
Polisi Sita Botol dan Bungkus Makanan di Kontrakan Misterius Warakas
Kejagung Klaim Siap Jalankan KUHP dan KUHAP yang Baru Berlaku Hari Ini
Zohran Mamdani Buka Masa Jabatan dengan Salam Khusus untuk Warga Palestina New York
Target atau Mengalir: Mana Gaya Hidup yang Cocok untuk Tahun Ini?