Ia juga menyangsikan keseriusan proses pengobatan yang dijalani, mengingat penyakit autoimun yang disebut-sebut merupakan kondisi serius, sementara dari pihak Jokowi hanya diklaim sebagai alergi biasa.
Dokter Tifa kemudian memberikan sindiran tajam dengan menyebut kemungkinan adanya "alergi pengadilan". Ia menyerukan agar Jokowi menghadiri proses hukum secara fair tanpa terus menggunakan alasan kesehatan.
Kontras Kehadiran Publik dan Ketidakhadiran di Pengadilan
Dalam kritiknya, Dokter Tifa juga menyoroti ketidakkonsistenan kehadiran Jokowi. Mantan presiden ini terlihat hadir dalam sejumlah acara publik, seperti reuni dan acara partai politik, namun berulang kali absen ketika dipanggil terkait urusan ijazah dan proses pengadilan.
Dokter Tifa menegaskan pentingnya Jokowi memulihkan kesehatannya dengan serius dan segera menghadiri panggilan pengadilan dengan membawa bukti yang diperlukan, bukan terus beralasan sakit.
Pernyataan ini semakin memanaskan diskusi publik mengenai transparansi kondisi kesehatan pemimpin dan kewajiban untuk mematuhi proses hukum yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung
Trump Minta Damai di Suriah: AS Berhubungan Baik dengan Dua Kubu yang Bertikai
KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kuasa Hukum Tantang Eggi Sudjana dan Kawan-Kawan Bersaksi di Sidang Ijazah Jokowi