Korban Bullying di Tangerang Selatan Meninggal Dunia, Diduga Dipukul dengan Kursi Besi
Duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman MH, seorang siswa berusia 13 tahun asal Tangerang Selatan, pada hari Minggu. Remaja yang duduk di bangku kelas VII SMPN 19 Tangerang Selatan ini diduga kuat menjadi korban aksi bullying yang berujung pada kematiannya.
Prosesi pemakaman berlangsung haru di pemakaman keluarga di daerah Ciater, Serpong. Turut hadir memberikan penghormatan terakhir adalah Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, beserta Kepala Dinas Pendidikan setempat, Deden Deni, yang turut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Kondisi Kesehatan Semakin Menurun Sebelum Meninggal
Menurut keterangan dari Rizky Fauzi, kakak sepupu almarhum, kondisi kesehatan MH mulai menurun drastis sejak Selasa dan akhirnya harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
"Saat meninggal dunia, adik saya masih berada di ruang ICU. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RS Colombus BSD. Dari pihak dokter sendiri belum ada penjelasan resmi karena kondisi adik saya masih dalam keadaan koma," jelas Rizky pada hari yang sama.
Keluarga besar korban mengaku belum sempat melaporkan kasus dugaan bullying ini kepada pihak kepolisian karena masih fokus menangani prosesi pemakaman dan masa berkabung.
Artikel Terkait
Blockchain Siap Guncang Tata Kelola Pendidikan Indonesia
Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja
Di Tengah Gemuruh Rawa Belong, Bambang Setia Meracik Bunga di Pinggir Jalan
Tragedi Warakas: Teriakan Histeris Pecah di Pagi Buta, Tiga Nyawa Melayang