Setelah Penggerebekan, BNN Gulirkan Pelatihan Wirausaha untuk Warga Berlan

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:45 WIB
Setelah Penggerebekan, BNN Gulirkan Pelatihan Wirausaha untuk Warga Berlan

Kawasan Berlan di Matraman, Jakarta Timur, masih berusaha bangkit. Operasi besar-besaran gabungan pada akhir November tahun lalu, yang mengamankan puluhan orang dan menyita barang bukti, meninggalkan bekas. Nah, kini giliran pendekatan yang lebih lembut yang dijalankan. Badan Narkotika Nasional (BNN), bersama pemerintah setempat, menggelar pelatihan wirausaha dan vokasi untuk warga di sana.

Tujuannya jelas: membangun ketahanan masyarakat agar bisa benar-benar lepas dari jerat narkoba. Mereka ingin Berlan bersih untuk selamanya.

Plt Deputi Dayamas BNN RI, Yuki Ruchimat, menjelaskan bahwa kunjungan ke Kelurahan Kebon Manggis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascaoperasi.

"Tujuannya adalah membangun ketahanan warga di Kebon Manggis ini," ujarnya, seperti dilihat di akun Instagram @infobnn_ri, Sabtu (3/1/2026).
"Kegiatan ini akan kita teruskan untuk memperkuat kewaspadaan warga terhadap ancaman narkoba. Semua pihak harus bahu-membahu membangun Berlan yang bersih dari narkoba selamanya," tambah Yuki.

Jadi, pelatihan ini bukan sekadar program biasa. Ini adalah strategi jangka panjang BNN dalam mewujudkan program Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR), dengan memotong mata rantai penyalahgunaan dari akarnya yaitu dengan memberi alternatif kehidupan yang lebih baik.

Di sisi lain, respons dari tingkat kelurahan pun sangat positif. Lurah Kebon Manggis, Fera Riana Sari, tak sungkan mengucapkan terima kasih.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak BNN beserta Pak RW, Pak LMK, para ketua RT yang telah berkolaborasi," kata Fera.
"Harapan kami, semoga RW 03 khususnya bisa bebas dari narkoba dan kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun ke depannya," harapnya.

Operasi penggerebekan November lalu memang tak main-main. Melibatkan sekitar 450 personel gabungan dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, dan POM TNI AD, aksi itu berhasil mengamankan 25 orang. Empat lainnya kabur dan sampai sekarang masih buron. Barang bukti yang disita beragam, mulai dari sabu dan ganja hingga senjata tajam.

Kini, setelah suasana mereda, langkah pemulihan mulai terlihat. Pelatihan untuk warga adalah babak baru. Sebuah upaya mengisi ruang yang ditinggalkan oleh praktik ilegal dengan keterampilan dan harapan. Hasilnya? Masih harus ditunggu. Tapi setidaknya, ada sesuatu yang konkret ditawarkan selain sekadar tindakan represif.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar