Polri Serukan Masyarakat Jadi Mata dan Telinga dalam Perang Melawan Narkoba

- Senin, 16 Februari 2026 | 01:30 WIB
Polri Serukan Masyarakat Jadi Mata dan Telinga dalam Perang Melawan Narkoba

Malam Minggu kemarin, suasana di markas Polri tampak berbeda. Di tengah sorotan kasus narkoba yang menjerat seorang perwira polisi, Irjen Pol Jhonny Edison Isir tampil memberikan pernyataan tegas. Intinya satu: perang melawan narkoba tidak akan surut.

Jhonny, yang menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri, secara khusus menyoroti peran krusial masyarakat. Ia mendorong warga untuk jadi mata dan telinga di lapangan.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, jangan ragu untuk melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan Anda kepada pihak berwajib,” tegas Jhonny kepada para wartawan.

Pesan itu bukan sekadar imbauan biasa. Jhonny memastikan bahwa setiap informasi dari publik akan ditanggapi dengan serius. Polri, menurutnya, berkomitmen penuh untuk menindak tegas semua bentuk kejahatan narkotika.

“Kami semua memastikan akan memproses segala bentuk tindak pidana narkoba secara tegas dan tuntas,” ujarnya.

Komitmen itu, sambungnya, adalah perang berkelanjutan. “Kita selalu tetap melaksanakan perang secara terus-menerus terhadap penyalahgunaan peredaran narkoba di Indonesia,” kata Jhonny. Nada suaranya terdengar flat, tapi pesannya jelas: tidak ada ruang untuk kompromi.

Pernyataan ini tentu punya konteks yang kuat. Belakangan, publik dihebohkan dengan kasus yang menjerat Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro. Menanggapi hal itu, Jhonny mengungkapkan bahwa Bareskrim Polri sudah bergerak. Mereka membentuk tim gabungan dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB untuk mendalami kasus tersebut lebih jauh.

Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari "preventive strike" atau pencegahan dini. Tujuannya tidak main-main: melindungi masyarakat dari ancaman barang haram itu.

“Sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada masyarakat Indonesia, sejalan dengan perintah dan arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia, khususnya untuk melindungi generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas,” jelas Jhonny.

Jadi, pesannya malam itu rangkap. Di satu sisi, ada upaya internal membersihkan barisan. Di sisi lain, ada ajakan terbuka untuk seluruh elemen masyarakat agar terlibat aktif. Perang melawan narkoba, tampaknya, memang harus dimenangkan dari garis depan bersama-sama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar