Warga Kaliabang, Bekasi, telah menghadapi masalah serius selama sebulan terakhir dengan kehadiran debu hitam yang mengotori rumah dan lingkungan mereka. Debu hitam ini dilaporkan menempel di lantai, dinding, perabot rumah tangga, bahkan mengganggu kesehatan kulit penduduk setempat.
Berdasarkan keterangan warga, debu hitam tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas industri pembakaran batu bara di kawasan tersebut. Polusi debu muncul secara tidak menentu, sangat dipengaruhi oleh arah angin dan kondisi cuaca di wilayah Kaliabang.
Salah seorang warga, Marfuah, mengonfirmasi bahwa lantai ruang tamunya telah berubah warna menjadi hitam akibat endapan debu. Ia menyatakan bahwa masalah ini terjadi hampir setiap hari dan hanya hilang sementara ketika hujan turun.
"Kondisi debu ini sangat mengganggu. Saat hujan datang, debu menghilang, tetapi ketika cuaca kering dan berangin, debu hitam kembali datang," ujar Marfuah yang mengalami penggelapan warna kulit kakinya akibat paparan debu tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera
Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Hanya Ingin Berhenti Sejenak?
Prabowo Bentuk Satgas Khusus, Fokuskan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Prasetyo Hadi: Kritik Biasa, Tapi Teror Bukan Cara Dewasa