Dampak Debu Hitam Kaliabang Bekasi: Warga Mengeluh Kulit & Rumah Menghitam

- Minggu, 16 November 2025 | 13:42 WIB
Dampak Debu Hitam Kaliabang Bekasi: Warga Mengeluh Kulit & Rumah Menghitam

Warga Kaliabang, Bekasi, telah menghadapi masalah serius selama sebulan terakhir dengan kehadiran debu hitam yang mengotori rumah dan lingkungan mereka. Debu hitam ini dilaporkan menempel di lantai, dinding, perabot rumah tangga, bahkan mengganggu kesehatan kulit penduduk setempat.

Berdasarkan keterangan warga, debu hitam tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas industri pembakaran batu bara di kawasan tersebut. Polusi debu muncul secara tidak menentu, sangat dipengaruhi oleh arah angin dan kondisi cuaca di wilayah Kaliabang.

Salah seorang warga, Marfuah, mengonfirmasi bahwa lantai ruang tamunya telah berubah warna menjadi hitam akibat endapan debu. Ia menyatakan bahwa masalah ini terjadi hampir setiap hari dan hanya hilang sementara ketika hujan turun.

"Kondisi debu ini sangat mengganggu. Saat hujan datang, debu menghilang, tetapi ketika cuaca kering dan berangin, debu hitam kembali datang," ujar Marfuah yang mengalami penggelapan warna kulit kakinya akibat paparan debu tersebut.

Tak hanya Marfuah, warga lain bernama Cahya juga membenarkan dampak buruk debu hitam ini. Menurut Cahya, hampir semua rumah di sekitarnya mengalami masalah serupa dengan lantai dan kaki penghuni yang menghitam akibat terpapar debu.

Yang menjadi keluhan utama warga adalah belum adanya komunikasi atau penjelasan dari perusahaan terkait mengenai sumber dan penanganan polusi debu hitam ini. Warga merasa pihak perusahaan belum mengambil tanggung jawab atas dampak yang dialami masyarakat.

Baik Marfuah maupun Cahya bersama warga Kaliabang lainnya berharap adanya tindakan cepat dari pihak berwenang dan perusahaan untuk menyelesaikan masalah polusi debu hitam yang telah mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar