KSOT: Drone Kapal Selam Indonesia dengan Torpedo, Bisa Menyelam 6 Bulan

- Minggu, 16 November 2025 | 12:18 WIB
KSOT: Drone Kapal Selam Indonesia dengan Torpedo, Bisa Menyelam 6 Bulan

Indonesia Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak KSOT untuk Amankan Perairan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan terus memperkuat sistem pertahanan laut nasional. Pengamanan wilayah perairan menjadi prioritas utama mengingat potensi masuknya barang-barang ilegal melalui celah laut yang masih terbuka.

Inovasi Drone Kapal Selam Buatan Dalam Negeri

Kementerian Pertahanan sedang gencar mengembangkan alutsista laut canggih, termasuk kapal selam autonomous atau drone kapal selam yang dikenal dengan nama KSOT. Menurut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, prototipe KSOT telah berhasil menjalani uji coba di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya.

Rencana produksi massal KSOT akan dimulai pada tahun 2026 di PT PAL Indonesia. Langkah ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam industri pertahanan dalam negeri.

Kemampuan Operasional KSOT yang Mengagumkan

Kapal selam tanpa awak ini memiliki kemampuan operasional yang luar biasa. KSOT mampu bertahan di bawah laut hingga 6 bulan tanpa perlu naik ke permukaan, berkat sistem baterai yang efisien. Yang lebih mengesankan, drone kapal selam ini telah dilengkapi dengan senjata torpedo dan telah menjalani uji tembak yang sukses.

Strategi Pengamanan Seluruh Alur Laut

Kehadiran KSOT diharapkan dapat mengamankan seluruh celah dan alur laut kepulauan Indonesia. Drone kapal selam ini akan ditugaskan di wilayah-wilayah rawan penyelundupan, memanfaatkan kemampuannya yang dapat beroperasi secara mandiri dalam waktu lama.

Penguatan Kekuatan Laut Secara Menyeluruh

Selain pengembangan KSOT, TNI AL juga terus memperkuat armada permukaan. Buktinya adalah kedatangan KRI Brawijaya-320, kapal fregat terbesar di kawasan Asia Tenggara yang semakin melengkapi kekuatan tempur Angkatan Laut Indonesia.

Dengan berbagai inovasi dan penguatan alutsista ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di seluruh wilayah perairan nasional.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar