Elon Musk Bersaksi di Sidang Gugatan terhadap OpenAI, Tuduh Perusahaan Khianati Misi Nirlaba

- Rabu, 29 April 2026 | 13:20 WIB
Elon Musk Bersaksi di Sidang Gugatan terhadap OpenAI, Tuduh Perusahaan Khianati Misi Nirlaba

IDXChannel – Elon Musk akhirnya naik ke kursi saksi. Ini bukan sidang biasa, melainkan persidangan yang bisa menentukan arah masa depan OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang dulu ia dirikan bersama.

Orang terkaya di planet Bumi ini menggugat OpenAI, CEO-nya Sam Altman, dan juga presidennya Greg Brockman. Tuduhannya? Mereka dianggap mengkhianati Musk dan publik. Masalah utamanya soal perubahan status nirlaba OpenAI yang disebut Musk sebagai bentuk “penjarahan”.

Menurut laporan yang beredar, sidang perdana digelar di California, Selasa kemarin. Di sana Musk angkat bicara. “Kalau kita biarkan lembaga amal dijarah seenaknya, maka fondasi kegiatan amal di Amerika bakal hancur,” ujarnya dengan nada tegas.

Musk yang juga bos Tesla dan SpaceX ngotot menyebut OpenAI adalah buah pikirannya sendiri. Katanya, “Saya yang mencetuskan ide, kasih nama, rekrut orang-orang kunci, ajarin mereka semua yang saya tahu, dan saya yang bayar semuanya di awal.”

Ia menambahkan, “Semua itu saya lakukan demi amal. Saya bisa saja menjadikannya bisnis cari untung dari awal, tapi saya sengaja memilih tidak.”

Di sisi lain, ceritanya beda dari kubu OpenAI. William Savitt, pengacara OpenAI dan Altman, punya versi sendiri. Dalam pernyataan pembukaannya, ia bilang justru Musk-lah yang pertama kali melihat peluang OpenAI berubah jadi perusahaan profit.

Savitt bahkan menuduh Musk menggugat hanya karena gagal menguasai startup tersebut. “Yang dia mau adalah dirinya sendiri yang jadi pucuk pimpinan,” kata Savitt. “Kita ada di sini sekarang karena Tuan Musk tidak dapat apa yang ia inginkan.”

Nah, soal tuntutan, Musk minta ganti rugi sebesar USD150 miliar dari OpenAI dan Microsoft salah satu investor terbesar OpenAI. Kalau menang, uang itu katanya bakal disalurkan ke kegiatan amal OpenAI. Bukan masuk kantongnya pribadi.

Dia juga pengen OpenAI balik lagi jadi lembaga nirlaba murni. Altman dan Brockman harus dicopot dari jabatan pemimpin, dan Altman dikeluarkan dari dewan direksi. Keras memang.

Mari kita flashback sedikit. Musk dan Altman mendirikan OpenAI pada 2015. Tujuannya mulia: mengembangkan AI yang bermanfaat buat umat manusia, sekaligus menyaingi Google. Musk ngaku sudah kasih sekitar USD38 juta di fase awal, plus pakai koneksinya buat ngamankan kapasitas komputasi.

Tapi, 13 bulan setelah Musk keluar dari dewan direksi, OpenAI bikin entitas yang mencari laba. Akhir tahun lalu, mereka kembali merombak struktur. Organisasi nirlaba OpenAI dan investor lain termasuk Microsoft kini pegang saham. Organisasi nirlaba itu menggenggam 26 persen saham, plus waran kalau OpenAI mencapai target valuasi tertentu.

Persidangan masih berlanjut. Musk dijadwalkan kembali memberi kesaksian pada Rabu. Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar