Kiai Shabri juga menyoroti perjuangan ulama patriotik seperti KH Sholeh Iskandar. Sosok ini disebutnya sebagai cerminan bahwa jihad kebangsaan dan jihad keagamaan dapat berjalan beriringan. Perjuangan KH Sholeh Iskandar menjadi inspirasi untuk terus mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai luhur.
Memperkuat Ukhuwah dan Solidaritas Palestina
Dalam kesempatan itu, Kiai Shabri mengajak seluruh jamaah untuk menghadiri pertemuan akbar Alumni 212. Sebagai Ketua Persaudaraan Alumni 212, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah wadah penting untuk mengevaluasi perjuangan dan menyuarakan aspirasi umat.
"Mari kita kuatkan kembali ukhuwah kita. Kehadiran dalam reuni akbar Alumni 212 adalah bukti bahwa persatuan umat Islam tetap menyala," serunya.
Kiai Shabri menekankan, momentum 212 memiliki relevansi kuat dengan tema solidaritas Palestina. Acara reuni tersebut dinilainya sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat syiar dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina.
Dengan demikian, semangat Hari Pahlawan tidak hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang aksi nyata membela keadilan dan persatuan umat, termasuk dalam konteks membela Palestina.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik