Pelatihan Jurnalistik Semai Karya 2025: Wujudkan Jurnalisme Advokasi bagi Generasi Muda

- Sabtu, 15 November 2025 | 15:36 WIB
Pelatihan Jurnalistik Semai Karya 2025: Wujudkan Jurnalisme Advokasi bagi Generasi Muda

Pelatihan Jurnalistik Semai Karya 2025 UKPM Teknokra Unila: Wujudkan Jurnalisme Advokasi

BANDAR LAMPUNG - Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) resmi akan menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Semai Karya 2025. Acara bertema "Jurnalisme Advokasi" ini dijadwalkan berlangsung pada 17 dan 18 November 2025.

Pelatihan jurnalistik ini dirancang khusus sebagai wadah belajar yang mengedepankan fungsi kontrol sosial pers. Tujuannya adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan mengadvokasi berbagai isu dan masalah publik melalui karya tulis jurnalistik yang berdampak.

Konsep Dipadatkan untuk Efisiensi Waktu Peserta

Alfian Wardana, selaku Ketua Pelaksana kegiatan, mengungkapkan adanya penyesuaian konsep dari rencana awal. "Kita melakukan perubahan dari empat hari menjadi dua hari untuk menghemat waktu. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, jadi jangan sampai mengganggu aktivitas perkuliahan," jelas Alfian.

Ia menambahkan bahwa persiapan acara ini melibatkan seluruh elemen internal UKPM Teknokra Unila. Semua pihak, mulai dari kru magang hingga jajaran struktur organisasi, turut berperan aktif dalam menyusun kebutuhan teknis pelatihan.

Perluas Akses dan Tingkatkan Kualitas Jurnalisme Kaum Muda

Pemimpin Umum UKPM Teknokra Unila, Putra Alam Apriliandi, menegaskan bahwa Semai Karya 2025 dirancang untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas jurnalistik advokasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, banyak pelatihan jurnalistik yang masih terkesan eksklusif dan hanya menyentuh segelintir kelompok.

"Harapannya, delegasi yang ikut dapat menjadi jurnalis yang mengadvokasi rakyat melalui kerja-kerja jurnalistik," tutur Alam. Ia berpendapat bahwa jurnalistik adalah bagian dari ilmu sosial yang seharusnya terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang latar belakang.

Alam juga berharap pelatihan ini dapat mendorong munculnya jurnalis muda yang independen, teguh memegang kode etik, dan peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Semai Karya 2025 diharapkan menjadi ruang yang aman bagi siapa pun untuk mengekspresikan diri dan menyuarakan kebenaran melalui media tulisan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar