Rutinitas Berjualan dan Kehidupan Sehari-hari Seorang Perajin Akik
Untuk menopang kehidupannya, Manto berjualan secara keliling ke berbagai titik strategis di Bandung. Mulai dari Alun-alun Bandung, area Gasibu, hingga kawasan Punclut menjadi saksetia perjalanannya mencari rezeki. Ia tinggal secara kontrakan bersama rekan-rekan sesama penjual cincin, yang juga tersebar di berbagai lokasi seperti Soreang.
Meski penghasilannya tidak tetap, Manto mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. "Dalam berjualan, semuanya tergantung rezeki. Yang penting, ini bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari," katanya dengan sikap rendah hati. Ikatan dengan tanah kelahirannya pun tidak pernah putus. Manto masih sesekali pulang ke Pemalang, terutama ketika musim tanam tiba, menjembatani dua kehidupannya yang berbeda.
Kisah Manto adalah potret nyata tentang ketekunan, kesederhanaan, dan kecintaan pada warisan budaya Indonesia seperti batu akik. Di usia yang tak lagi muda, semangatnya untuk terus berkarya dan berbagi keindahan batu akik kepada masyarakat Bandung dan para pelancong tetap membara.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua