10 Ribu Pelaku Balap Liar di DIY Terjaring dalam 10 Bulan, Begini Polanya

- Sabtu, 15 November 2025 | 14:12 WIB
10 Ribu Pelaku Balap Liar di DIY Terjaring dalam 10 Bulan, Begini Polanya

Ditlantas Polda DIY Catat 10 Ribu Pelaku Balap Liar dalam 10 Bulan

Ditlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengungkap data mengejutkan terkait fenomena balap liar di wilayahnya. Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 10.017 pelaku balap liar berhasil terjaring dalam operasi kepolisian. Selain itu, terdapat 21.806 pengendara kendaraan bermotor di seluruh DIY yang ditindak karena menggunakan kendaraan tidak sesuai standar spesifikasi teknis.

Pola Waktu dan Lokasi Balap Liar di Yogyakarta

Menurut Kasat Lantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, aktivitas balap liar menunjukkan pola waktu yang cukup jelas. Sebagian besar aksi balap liar terjadi pada periode sebelum bulan Agustus. "Kami rutin melakukan penjaringan setiap malam untuk mengantisipasi hal ini," tegas Alvian.

Dari segi lokasi, Kota Yogyakarta ternyata bukan menjadi tempat utama pelaksanaan balap liar. Wilayah kota lebih berperan sebagai daerah pergerakan para pelaku sebelum menuju lokasi balapan yang sebenarnya. "Untuk balap liar yang sesungguhnya, biasanya lebih banyak di daerah yang jalurnya memungkinkan seperti Kulon Progo atau Bantul," jelas Alvian lebih lanjut.

Modifikasi Kendaraan dan Penindakan Tegas

Fakta menarik terungkap mengenai karakteristik kendaraan yang digunakan dalam balap liar. Sebagian besar motor yang dipakai merupakan kendaraan tidak standar yang telah mengalami modifikasi signifikan. "Knalpot tidak standar ini erat kaitannya dengan balap liar," ungkap Alvian.

Beberapa hari terakhir, kepolisian telah meningkatkan intensitas penindakan melalui tilang menyusul arahan khusus mengenai penanganan balap liar. Meski demikian, saat ini sebagian besar pelanggar masih diberikan teguran terlebih dahulu, kecuali bagi mereka yang menimbulkan gangguan signifikan terhadap ketertiban umum.

Strategi Pencegahan dan Patroli Intensif

Polresta Jogja menerapkan sistem patroli intensif sebagai langkah pencegahan utama. "Ada patroli istimewa khusus Satlantas setiap tiga jam dari pagi sampai jam 9 malam. Setelah itu, malam hari ada patroli gabungan Lantas dan Samapta," papar Alvian mengenai mekanisme patroli.

Patroli tidak hanya fokus pada knalpot brong, tetapi juga menyasar potensi pelanggaran lain seperti pengendara yang membawa senjata tajam. Data menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku balap liar merupakan kalangan pelajar, sehingga memerlukan pendekatan khusus.

Pendekatan Edukasi dan Peran Masyarakat

Pencegahan balap liar juga dilakukan melalui pendekatan edukasi yang komprehensif. Titik-titik kumpul para pelaku sebelum bergerak ke lokasi balapan turut menjadi perhatian dalam pengawasan.

"Tindakan pre-emptive kami adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah. Tidak hanya dilakukan Satlantas, tetapi juga melibatkan fungsi lain termasuk Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat," jelas Alvian. Ia menekankan bahwa orang tua tetap harus menjadi garda terdepan dalam mencegah anak-anak terlibat dalam balap liar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar