"Saya menolak pulang karena saya trauma. Saya tidak diurus saat sakit," tutur Muhamad menjelaskan alasannya.
Penawaran dari Kepala Desa Pemulutan untuk menanggung seluruh biaya hidupnya jika ia bersedia pulang pun tidak mampu mengubah keputusannya. Muhamad merasa lebih tenang dan nyaman dengan kehidupannya di Yayasan Bagus Mandiri Insan saat ini.
Bantahan dari Pihak Istri
Menanggapi viralnya video tersebut, istri dan anak Muhamad membantah telah melakukan pengusiran seperti yang diberitakan. Mereka menyatakan bahwa kejadian tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman yang kemudian dibesar-besarkan.
Meskipun demikian, bantahan ini tidak cukup untuk meyakinkan Muhamad. Kondisi emosional dan trauma yang mendalam yang ia rasakan telah menguatkan hatinya untuk tidak kembali ke rumah. Kasus rumah tangga ini menjadi perbincangan publik setelah video yang memperlihatkan konflik tersebut tersebar luas di platform media sosial.
Artikel Terkait
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan
Prabowo Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade, Tekankan Pentingnya Jaga Kemurnian
Bupati Tulungagung Ditahan KPK, Modus Pemerasan Kembali Mencuat