Suami di Ogan Ilir Tolak Pulang Dijemput Istri, Ungkap Trauma karena Tak Diurus Saat Sakit

- Jumat, 14 November 2025 | 22:45 WIB
Suami di Ogan Ilir Tolak Pulang Dijemput Istri, Ungkap Trauma karena Tak Diurus Saat Sakit

Suami di Ogan Ilir Tolak Pulang Meski Dijemput Istri, Ungkap Trauma

Sebuah video viral memperlihatkan penolakan seorang suami untuk kembali ke rumahnya di Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peristiwa ini terjadi meski sang istri dan anak telah datang menjemputnya.

Pria yang dikenal dengan nama Muhamad ini memutuskan untuk tetap tinggal di Yayasan Bagus Mandiri Insan. Ia mengungkapkan perasaannya yang lebih nyaman berada di yayasan daripada harus kembali ke rumah. Rencananya, ia akan tinggal bersama ibunya, yang juga merupakan mertua dari istrinya, setelah sebelumnya mereka berdua diusir.

Momen haru terjadi pada Jumat (14/11/2025), ketika istri dan anak Muhamad, didampingi oleh Kepala Desa Pemulutan, mendatangi yayasan tersebut. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk membujuk Muhamad agar bersedia pulang. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat istri dan anaknya bersujud memohon, namun permohonan itu ditolak secara tegas oleh Muhamad.

Alasan Trauma Menjadi Penolakan Utama

Muhamad secara jelas menyatakan penolakannya untuk kembali hidup bersama keluarganya. Alasan utama yang ia kemukakan adalah trauma akibat perlakuan yang ia terima, khususnya pada saat ia sedang mengalami sakit.

"Saya menolak pulang karena saya trauma. Saya tidak diurus saat sakit," tutur Muhamad menjelaskan alasannya.

Penawaran dari Kepala Desa Pemulutan untuk menanggung seluruh biaya hidupnya jika ia bersedia pulang pun tidak mampu mengubah keputusannya. Muhamad merasa lebih tenang dan nyaman dengan kehidupannya di Yayasan Bagus Mandiri Insan saat ini.

Bantahan dari Pihak Istri

Menanggapi viralnya video tersebut, istri dan anak Muhamad membantah telah melakukan pengusiran seperti yang diberitakan. Mereka menyatakan bahwa kejadian tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman yang kemudian dibesar-besarkan.

Meskipun demikian, bantahan ini tidak cukup untuk meyakinkan Muhamad. Kondisi emosional dan trauma yang mendalam yang ia rasakan telah menguatkan hatinya untuk tidak kembali ke rumah. Kasus rumah tangga ini menjadi perbincangan publik setelah video yang memperlihatkan konflik tersebut tersebar luas di platform media sosial.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar