Gibran Dukung Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto-Gus Dur, Sebut Momentum Persatuan

- Jumat, 14 November 2025 | 18:06 WIB
Gibran Dukung Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto-Gus Dur, Sebut Momentum Persatuan

Wapres Gibran Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional, Sebut Momentum Persatuan Bangsa

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan resmi mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh yang dinilai berjasa bagi Indonesia. Dalam pernyataannya, Gibran menekankan bahwa pengangkatan gelar ini merupakan momen penting untuk memperkuat persatuan nasional.

Menurut penjelasan resmi dari Sekretariat Wakil Presiden yang dikutip pada Jumat (14/11), Gibran menyatakan bahwa penganugerahan gelar pahlawan ini dapat dijadikan sebagai momentum tepat untuk menunjukkan kedewasaan dalam berbangsa. Ia menekankan pentingnya mengutamakan nilai-nilai rekonsiliasi dan persatuan nasional dalam konteks ini.

Putra sulung mantan Presiden Jokowi ini menyampaikan dukungan penuhnya terhadap keputusan presiden mengenai pemberian gelar pahlawan nasional. Dukungan ini mencakup pula pengangkatan mantan Presiden Soeharto sebagai salah satu penerima gelar, yang sempat menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Gibran menjelaskan bahwa proses pemberian gelar telah melalui mekanisme yang berlaku sesuai regulasi. Mekanisme tersebut dimulai dari tingkat daerah hingga ke tingkat pusat melalui pembahasan komprehensif di Dewan Gelar Tanda Kehormatan Republik Indonesia.

Wakil Presiden menegaskan bahwa keputusan final pemberian gelar pahlawan nasional telah melalui proses pertimbangan yang ketat dan penilaian objektif oleh lembaga yang berwenang. Proses ini memastikan bahwa setiap tokoh yang menerima penghargaan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Selain mantan Presiden Soeharto, daftar penerima gelar pahlawan nasional juga termasuk mantan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid dan tokoh perburuhan terkenal asal Jawa Timur, Marsinah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi signifikan mereka terhadap pembangunan bangsa Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar