Paparan Radioaktif di Pabrik Nike & Adidas Banten: Ini Respons Kemenperin dan Bapeten

- Kamis, 13 November 2025 | 18:25 WIB
Paparan Radioaktif di Pabrik Nike & Adidas Banten: Ini Respons Kemenperin dan Bapeten
Pabrik Sepatu Nike dan Adidas di Banten Terpapar Radioaktif: Respons Kemenperin dan Bapeten

Pabrik Sepatu Nike dan Adidas di Banten Terpapar Radioaktif: Respons Kemenperin dan Bapeten

Sebuah pabrik sepatu di Serang, Banten, yang memproduksi untuk merek global ternama seperti Nike dan Adidas, dilaporkan terpapar zat radioaktif. PT Nikomas Gemilang, nama perusahaan tersebut, dikonfirmasi mengalami kontaminasi Cesium-137 (Cs-137).

Proses Dekontaminasi Telah Selesai

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Taufik Bawazier, menyatakan bahwa proses dekontaminasi di pabrik PT Nikomas Gemilang telah rampung. Ia menegaskan bahwa pihak berwenang, dalam hal ini Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), telah memberikan clearance atau izin bebas setelah proses pembersihan.

"Sudah selesai itu, sudah selesai. Nikomas Gemilang kan? Sudah ada surat dari Bapeten sudah di-clearance, nggak ada masalah," ujar Taufik. Ia juga memastikan bahwa aktivitas ekspor dari pabrik tersebut tetap berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Asal Usul Sumber Kontaminasi Radioaktif

Bapeten, melalui Koordinator Komunikasi Publiknya, Abdul Qohhar Teguh Eko Prasetyo, membenarkan temuan zat radioaktif Cesium-137 di lingkungan pabrik. Sumber kontaminasi diduga berasal dari aktivitas peleburan material yang terkontaminasi di wilayah Serang, Banten. Material radioaktif tersebut kemudian menyebar melalui udara ke beberapa titik, termasuk area PT Nikomas Gemilang.

Penanganan kasus ini dilakukan oleh tim Satuan Tugas khusus yang dibentuk oleh Kemenko Pangan. Peran Bapeten dalam hal ini adalah melakukan pengukuran tingkat paparan radiasi dan kontaminasi di lokasi kejadian.

PT Peter Metal Technology Diduga Sebagai Sumber Utama

Investigasi lebih lanjut mengarah pada PT Peter Metal Technology (PMT) sebagai sumber utama paparan radioaktif di kawasan industri Cikande, Serang. Perusahaan yang bergerak di bidang peleburan baja ini diketahui menggunakan besi bekas (scrap baja) sebagai bahan baku.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, izin usaha PT PMT baru terbit pada Oktober 2024. Perusahaan ini sempat mengajukan izin impor bahan baku pada Juni 2025, namun permohonan tersebut tidak disetujui oleh Kemenperin. Tak lama setelahnya, PT PMT dilaporkan tutup pada Juli 2025.

Dampak dan Tindak Lanjut

Dengan telah selesainya proses dekontaminasi dan adanya surat clearance dari Bapeten, operasional PT Nikomas Gemilang dinyatakan sudah aman. Pihak Kemenperin menegaskan bahwa tidak ada gangguan pada rantai pasokan dan kegiatan ekspor produk sepatu untuk merek seperti Nike dan Adidas. Kolaborasi antara Kemenperin dan Bapeten menjadi kunci dalam menangani insiden kontaminasi radioaktif di kawasan industri ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar