Sementara di dalam negeri, Amerika Serikat harus menghadapi berbagai tantangan yang tidak kalah beratnya.
Hal ini membuat Presiden Joe Biden merasa kelimpungan akibat wishlist Ukraina yang terlalu banyak.
Kelimpungan yang dirasakan Biden turut dipahami oleh Zelensky meski memiliki banyak keinginan yang harus segera dipenuhi.
Itulah sebabnya, dia begitu serius menyiapkan Plan B di tengah invasi Rusia terhadap negaranya yang belum kunjung berakhir.
Sejatinya, Zelensky masih yakin bahwa Amerika Serikat masih memiliki persediaan anggaran yang memadai di tengah isu krisis yang menerpa.
Sebagai Plan B, dia menyatakan juga akan meningkatkan produksi alutsista dalam negerinya sebagai antisipasi kekurangan pasokan dari NATO.
"Sebagai bagian dari Plan B ini, dia meminta pemerintah Amerika untuk memberikan izin kepada Ukraina untuk memproduksi senjata. mulai dari sistem artileri dan rudal hingga pertahanan udara," kata Zelensky dikutip dari majalah The Economist pada Senin, 1 Januari 2024.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden