Persidangan selama dua hari di Paris ini merupakan kelanjutan dari gugatan pencemaran nama baik yang diajukan Macron pada Juli lalu di pengadilan Delaware. Keluarga Macron juga menuntut ganti rugi dari influencer konservatif AS Candace Owens karena terus mengklaim Brigitte adalah laki-laki.
Owens, komentator politik sayap kanan dengan 4,5 juta subscriber YouTube, sebelumnya telah dilarang masuk Selandia Baru dan Australia tahun lalu karena pernyataannya yang menyangkal eksperimen medis Nazi terhadap orang Yahudi selama Perang Dunia II.
Pada September 2024, Brigitte dan Jean-Michel Trogneux memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap Jegousse dan seorang perempuan lain. Namun, putusan tersebut dibatalkan oleh pengadilan banding Paris pada Juli lalu, mendorong Brigitte dan saudaranya mengajukan banding ke pengadilan tertinggi Perancis.
Macron dan Brigitte, yang menikah sejak 2007, pertama kali bertemu ketika Macron masih menjadi siswa di sekolah menengah tempat Brigitte mengajar. Brigitte, 24 tahun lebih tua dari Macron, sebelumnya bernama Brigitte Auziere dan telah memiliki tiga anak sebelum menikah dengan presiden Perancis tersebut.
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan