BEIRUT - Israel dilaporkan melakukan serangan drone yang menargetkan kantor Hamas di Beirut, Lebanon. Dalam serangan itu, Saleh Al-Arouri, wakil ketua Hamas, tewas bersama enam orang lainnya.
Pihak Hamas menyebut serangan tersebut sebagai 'pembunuhan pengecut' dan menangguhkan pembicaraan tentang gencatan senjata di Jalur Gaza serta kesepakatan penyanderaan dengan Israel.
Keputusan Hamas ini diumumkan setelah Saleh Al-Arouri, pemimpin senior Hamas, tewas dalam serangan drone Israel.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Hadiri Panggilan Bawaslu Terkait Pembagian Susu di CFD Jakarta
Kematian Al-Arouri juga dibenarkan oleh Hamas dan dua komandan sayap militernya, Brigade Al-Qassam.
Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan tersebut dan memicu reaksi keras dari pihak Hamas.
Pernyataan resmi Hamas menyatakan bahwa tindakan Israel merupakan upaya untuk mematahkan semangat perlawanan mereka, namun, Hamas bersikeras bahwa mereka tidak akan goyah.
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang