MojokertoNetwork - Otoritas Gempa Jepang mengumumkan pencabutan semua peringatan dan imbauan tsunami setelah gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang pada Senin (1/1) waktu setempat.
Meskipun demikian, ada peringatan mengenai perubahan kecil pada level pasang surut yang masih mungkin terjadi sekitar sehari setelah gempa kuat di wilayah Jepang bagian barat.
Seorang pejabat Badan Meteorologi Gempa Jepang yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi pencabutan peringatan tsunami pada Selasa (2/1) waktu setempat, seiring dengan evaluasi kondisi pasca-gempa. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 7,5, sedangkan otoritas Jepang menyebutnya sebagai Magnitudo 7,6.
Otoritas Jepang mencatat lebih dari 90 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut hingga dini hari Selasa (2/1), menunjukkan aktivitas gempa yang signifikan. Meskipun tingkat ancaman tsunami telah turun, perubahan kecil pada pasang surut masih diwaspadai.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tunduk di Laga Uji Coba Lawan Libya: Kekalahan 0-4
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela