Semua tanda-tanda Natal telah menghilang dari jalanan dan rumah-rumah di Betlehem. Biasanya, orang-orang berduyun-duyun ke Manger Square, yang dihiasi dengan dekorasi.
Banyak orang di Betlehem yang memiliki kerabat di Gaza. Um Shadi sendiri telah kehilangan saudara laki-laki dan perempuannya sejak perang dimulai. Beberapa saudara perempuan Um Shadi lainnya juga terluka akibat pengeboman Israel.
Hati kita di Betlehem
Sementara itu, dari Kota Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan pada misa malam Natal bahwa “hati kita di Betlehem”.
Baca Juga: Iran Ancam Blokade Laut Mediterania Jika AS Tidak Berhenti Mendukung Kejahatan Israel di Jalur Gaza
Paus Fransiskus membuka perayaan Natal dengan pesan perdamaian di Tanah Suci (Betlehem) ketika perang mematikan sedang berkecamuk di Gaza.
Pemimpin tertinggi umat Katolik itu memulai perayaan Natal dengan sebuah ratapan , bahwa pesan perdamaian Yesus sedang tenggelam oleh logika perang yang sia-sia di tanah tempat Ia dilahirkan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan