Peran teknologi Airborne Warning and Control System (AWACS) buatan negara-negara Barat (dan sekutunya) ditengarai menjadi penyebab jatuhnya pesawat bomber Su 34.
Dilansir murianetwork.com dari laman Eurasian Times pada Sabtu, 23 Desember 2023, AWACS yang dirancang oleh pihak Barat memang tampak gesit untuk menargetkan armada tempur udara yang dimiliki oleh kubu Rusia.
Padahal di sisi lain, Pasukan Dirgantara Rusia (RuAD) juga telah melengkapi pesawat bomber mereka dengan rudal anti-radiasi Kh-31P ARM untuk menghancurkan radar Angkatan Darat Ukraina yang sedang aktif melacak posisi mereka.
Ditambah lagi, Su 34 juga telah dilengkapi dengan pod varian terbaru Khibiny-2 yang dapat memberikan perlindungan dan penyelubungan elektronik kepada sekelompok pesawat tempur Su 34.
Baca Juga: ESL Menang Gugatan di Pengadilan Uni Eropa, Coach Justin Senang Monopoli FIFA-UEFA Berakhir
Spekulasi lainnya menyebut jatuhnya pesawat bomber Su 34 milik Rusia disebabkan oleh serangan dari E7 Wedgetail milik Australia.
Laporan terbaru menyebut Australia sengaja mengirim E7 Wedgetail kepada Jerman sebagai bentuk dukungan terhadap Ukraina sekaligus peringatan dini untuk Rusia.
Dugaan tersebut menguat mengingat pesawat milik Rusia seperti Su 34 sangat minim pengalaman berduel menghadapi E7 Wedgetail.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer