Sejak serangan Israel pada Oktober lalu, jumlah kematian di Gaza begitu tinggi sehingga dikuburkan secara massal di berbagi tempat di Gaza.
Deretan mayat telah dikuburkan di halaman RS Al Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza. Orang-orang memisahkan kuburan dengan batu atau ranting-ranting tanaman.
“Jika kami pergi ke pemakaman, mereka pasukan Israel mungkin akan mengebom kami dan mungkin kami akan mati,” kata Arfan Dadar, kepada AL Jazeera. Dadar sendiri tinggal bersama keluarganya di tenda pada kompleks rumah sakit.
Dadar juga mengatakan bahwa tentara Israel telah menembak mati putranya yang berusia 22 tahun ketika dia kembali ke rumah sakit di Kota Gaza.
“Saya menandai kuburannya, tapi sekarang taman rumah sakit dipenuhi kuburan massal. Saya hampir tidak bisa mengenali kuburan anak saya,” katanya.
Warga Palestina di Gaza mengatakan bahwa mereka berharap dapat memindahkan jenazah mereka yang telah meninggal setelah perang di berakhir.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan