Sebelum dilakukan uji peluncuran ketiga, Hwasong 18 menggunakan jenis bahan bakar cair.
Akan tetapi untuk kali ini, rudal balistik ini menggunakan bahan bakar padat yang pertama kalinya digunakan oleh negara pimpinan Presiden Kim Jong Un ini.
Ini merupakan pencapaian yang belum pernah diraih Korea Utara sebelumnya sepanjang sejarah.
Terlebih, pengembangan Hwasong 18 hingga mencapai spesifikasi tersebut dilakukan bersama Rusia yang notabene adalah negara sekutunya.
Dengan diluncurkannya Hwasong 18 untuk ketiga kalinya, ini meningkatkan hubungan mesra antara Korea Utara dan Rusia yang terjalin selama ini.
Kedua negara memang memiliki berbagai project kolaborasi dalam pengembangan teknologi alutsista, termasuk rudal balistik antarbenua.
Terkait Hwasong 18, kolaborasi dan transfer teknologi di antara keduanya bakal menjadi ancaman bagi Amerika Serikat dan kawasan Indo-Pasifik.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden