murianetwork.com - Persaingan Prancis dan Jerman dalam memperebutkan pasar global semakin sengit seiring dengan minimnya jet tempur Eropa di tanah sendiri.
Prancis kini berada di atas angin karena Rafale yang diproduksi Dassault Aviation disebut-sebut bakal menguasai pasar Timur Tengah seutuhnya.
Bahkan, keputusan Jerman yang akhirnya mengizinkan untuk menjual Eurofighter Typhoon ke Arab Saudi dinilai tak akan berpengaruh pada rencana penjualan Rafale ke negara tersebut.
Dilansir murianetwork.com dari laman Eurasian Times pada Selasa, 23 Januari 2024, Pemerintahan Jerman di bawah kepemimpinan Kanselir Olaf Scholz berulang kali menolak pengajuan akuisisi Eurofighter Typhoon oleh Arab Saudi.
Salah satu faktornya adalah keterlibatan Negeri Petrodolar itu terhadap konflik di Yaman dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dalam hal ini terkait kematian jurnalis Jamal Khashoggi.
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela