Lapangan Enghelab di jantung Teheran kini tampak berbeda. Sebuah mural raksasa yang baru terpasang menyita perhatian. Gambarnya dramatis: sebuah kapal induk AS hancur, pesawat-pesawat tempur terbakar di atas dek, dan mayat-mayat bergelimpangan. Yang lebih mencolok, aliran darah dalam gambar itu mengalir ke laut, membentuk pola yang tak bisa disangkal lagi: garis-garis merah dan putih bendera Amerika Serikat.
Di sudutnya, tertulis pesan dalam bahasa Inggris dan Persia: "If you sow the wind, you will reap the whirlwind." Atau, kalau diterjemahkan, "Jika kau menabur angin, kau akan menuai badai." Ini bukan sekadar seni jalanan. Bagi pemerintah Iran, mural ini adalah pernyataan politik yang gamblang, sebuah peringatan terbuka untuk Washington.
Pemasangannya di Minggu lalu bukan kebetulan. Langkah ini bersamaan dengan laporan pergerakan besar armada militer Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. Menurut informasi, kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perang pendampingnya sedang dalam perjalanan. CENTCOM, komando AS untuk kawasan itu, juga mengonfirmasi kedatangan jet-jet tempur F-15E Strike Eagle.
Presiden Donald Trump sendiri sempat berkomentar soal hal ini.
Namun begitu, pernyataan yang terdengar seperti harapan itu justru membuat spekulasi makin panas. Opsi militer, tampaknya, masih sangat terbuka.
Bagi Iran, pengerahan kekuatan AS ini adalah ancaman langsung. Apalagi di saat rezim di Teheran sedang mendapat sorotan tajam karena menindas protes dalam negeri yang telah menelan ribuan korban. Dengan mural itu, mereka ingin memproyeksikan satu hal: kesiapan. Bahwa setiap serangan akan dibalas dengan konsekuensi yang setimpal, bahkan lebih keras.
Para pengamat internasional melihat ini sebagai eskalasi simbolik yang cukup langka. Pesan perang biasanya disampaikan lewat saluran diplomatik atau siaran pers. Tapi kali ini, Iran memilih cara yang lebih visual dan ditujukan langsung ke publik. Seolah ingin mengatakan, ketegangan ini sudah melampaui sekadar kata-kata.
Artikel Terkait
Mobil Antipeluru Selamatkan Wali Kota dari Serangan RPG di Maguindanao
Dua Negara Arab Dukung Serangan AS ke Iran, Kapal Induk Sudah Siap di Jarak Tempur
Pergerakan Militer AS di Timur Tengah Terpantau dari Jerman ke Qatar dan Kuwait
Luanniao: Kapal Induk Angkasa China, Ambisi Nyata atau Senjata Psikologis?