Malam Minggu di Spanyol berubah jadi mimpi buruk. Dua kereta cepat bertabrakan hebat, merenggut nyawa sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Suasana mencekam langsung menyelimuti jalur rel dekat Adamuz.
Menurut penjelasan badan perkeretaapian ADIF, bencana ini berawal dari sebuah kereta yang anjlok. Kereta itu, yang berangkat dari Malaga menuju Madrid, tiba-tiba keluar dari relnya. Nahas, ia kemudian masuk ke jalur yang dipakai kereta dari arah berlawanan. Tabrakan dahsyat pun tak terhindarkan.
Akibatnya, kereta kedua yang ditabrak ikut tergelincir. Adegan chaos langsung tercipta di lokasi. Reruntuhan gerbong berserakan, suara jeritan memecah kesunyian malam.
Korban jiwa, seperti diumumkan Kementerian Dalam Negeri, mencapai 21 orang. Angka itu mungkin belum final. Sementara itu, layanan darurat Andalusia melaporkan setidaknya 25 orang mengalami luka parah. Kondisi mereka kritis.
Respons darurat pun digelar dengan cepat. Lima unit perawatan intensif mobile dan empat unit perawatan kritis dikerahkan, ditambah sejumlah ambulans. Fokus mereka adalah menstabilkan korban di tempat kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Upaya penyelamatan berlangsung dalam tekanan waktu dan kepiluan.
Di tengah nestapa, Presiden Pemerintah Andalusia, Juanma Moreno, menyampaikan dukungannya lewat media sosial.
"Solidaritas dan dukungan kami kepada semua yang terkena dampak,"
Dampak kecelakaan ini langsung terasa luas. Layanan kereta dari Andalusia ke Madrid dihentikan total untuk sementara. Rute-rute lain dari Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva juga ikut terganggu. Penundaan diperkirakan berlangsung minimal hingga hari Senin. Ribuan penumpang terdampak.
Salvador Jimenez, seorang jurnalis RTVE yang kebetulan berada di dalam kereta dari Malaga, menggambarkan momen mengerikan itu. Dia berada di kereta yang anjlok.
"Dua gerbong terakhir anjlok dan terguling ke samping. Rasanya seperti kereta mengalami 'gempa bumi' beberapa saat sebelum kecelakaan,"
Kesaksiannya itu memberikan gambaran sekilas tentang betapa tiba-tiba dan mengerikannya peristiwa tersebut. Sebuah perjalanan rutin yang berubah jadi tragedi dalam sekejap.
Ilustrasi: Reruntuhan gerbong kereta cepat di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Perang Iran Kuras Persediaan Rudal AS, Picu Kekhawatiran Kerentanan Jangka Pendek
Indonesia Kaji Permintaan Akses Udara AS, Kemenlu Peringatkan Risiko Terseret Konflik
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara