Menteri HAM Natalius Pigai punya pesan yang jelas: dirinya tak butuh buzzer. Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada penuh keyakinan, tak lama setelah Indonesia meraih kemenangan penting di kancah global.
Kemenangan itu datang dari pemungutan suara Asia Pacific Group di Dewan HAM PBB, Jenewa. Hasilnya? Indonesia menang telak dengan 34 suara, sementara Thailand hanya dapat 7 suara. Kemenangan ini membuka jalan bagi Indonesia untuk memimpin Dewan HAM PBB tahun 2026.
“Waktu saya pidato, orang bilang Pigai mengkhayal,” ujarnya.
“Tapi hari ini kita buktikan Indonesia bisa memimpin dunia.”
Pernyataan itu ia bagikan melalui akun X-nya, Rabu lalu. Menurut Pigai, sebelum voting berlangsung sempat ada upaya lobi dari Wakil Menteri HAM kita dengan pihak Thailand. Sayangnya, negeri Gajah Putih itu bersikeras, sehingga akhirnya ditempuh jalur voting terbuka. Hasilnya pun berbicara sendiri.
Namun begitu, Pigai mengingatkan bahwa perjalanan belum sepenuhnya usai. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tak berhenti berharap dan berdoa. Penetapan resmi posisi Presiden Dewan HAM PBB untuk Indonesia dijadwalkan pada minggu kedua Januari mendatang.
“Kita tetap berdoa agar tanggal 8 Januari 2026 Indonesia ditetapkan secara resmi,” pungkasnya.
Jadi, meski langkah awal sudah sukses, momen penentuan sesungguhnya masih menunggu di depan. Sebuah pencapaian diplomatik yang, dalam pandangan Pigai, dibuktikan dengan kerja nyata, bukan sekadar gebyar buzzer di dunia maya.
Artikel Terkait
Pengamat Timur Tengah Ragukan Ambisi Perdamaian Trump, Sebut Hanya Ingin Jadi Pemimpin Acara
Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Kediamannya, Libya Berduka dan Bergejolak
Malam Kelam di Zintan: Saif al-Islam Gaddafi Tewas dalam Serangan Mendadak
Dokumen Bocor Ungkap Upaya Epstein Dekati Putin Lewat Jaringan Tingkat Tinggi