Pria Bawa Senjata Tajam di Natuna Akhirnya Ditangkap Polisi
Polres Natuna berhasil mengamankan seorang pria yang membawa senjata tajam (sajam) dan sempat menimbulkan keresahan di kalangan warga. Insiden yang mengganggu ketentraman ini terjadi di wilayah Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau.
Kronologi Penangkapan Pria Bersenjata Tajam di Natuna
Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Ricie, menjelaskan bahwa penangkapan akhirnya dilakukan pada hari Minggu siang di Jalan Soekarno Hatta. Awal mula kejadian berawal pada Sabtu malam, di mana warga melaporkan melihat seorang pria berkeliaran sambil membawa senjata tajam dan sempat membuat onar.
"Pelaku sudah berhasil kami amankan," tegas Iptu Ricie saat dikonfirmasi mengenai keberhasilan operasi ini.
Pencarian Pelaku Sempat Alami Kendala
Menindaklanjuti laporan warga, tim dari Polres Natuna segera turun untuk melakukan pencarian. Namun, hingga dini hari, pelaku belum juga berhasil ditemukan. Petugas sempat mendatangi rumah terduga pelaku di Jalan Sudirman serta menyisir area aliran sungai dan lokasi lain yang diduga menjadi tempat persembunyian.
Dampak dan Reaksi Warga Natuna
Kehadiran pria bersenjata ini membuat warga setempat, seperti Udin, mengaku merasa khawatir. Suasana malam Minggu yang biasanya ramai menjadi sangat lengang karena warga memilih untuk tetap di rumah atau menghindari area tersebut.
"Saya tadi malam ikut membantu mencari, tetapi tidak ketemu. Kalau dibilang takut, ya memang takut juga," tutur Udin, menggambarkan situasi mencekam yang terjadi.
Penyelidikan Motif Masih Berlangsung
Iptu Ricie menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif di balik tindakan pelaku membawa senjata tajam dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Polisi juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa, dengan jaminan bahwa situasi telah terkendali.
Dengan ditangkapnya pelaku, diharapkan ketenangan dan keamanan di kawasan Bunguran Timur, Natuna, dapat segera pulih.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar