Memang, informasi ini bukan hal baru. Sudah beredar sejak Maret 2023 lalu dan sempat menghebohkan. Meski ada penjelasan bahwa tak semua transaksi melibatkan pegawai kementerian sebagian terkait aktivitas korporasi nilainya yang luar biasa besar tetap saja mengganggu pikiran. Aminullah merasa, ini perlu dikaji tuntas. Bagaimanapun, ini menyangkut sistem pengawasan keuangan negara.
Bayangkan saja, Rp349 triliun. Angka yang sulit dibayangkan. “Angka sebesar itu tentu memerlukan penjelasan yang utuh dan komprehensif,” ujarnya. Klarifikasi yang tuntas justru bisa menjadi cara untuk menjaga integritas institusi itu sendiri. Mencari kepastian, menutup celah.
Di sisi lain, Aminullah menegaskan kembali peran sentral KPK. Lembaga antirasuah ini diharapkan bisa bekerja secara independen dan profesional, bebas dari segala kepentingan. Hanya proses yang transparan yang bisa memberikan kepastian hukum dan sekaligus menenangkan situasi.
“KPK memiliki mandat konstitusional untuk memastikan penegakan hukum berjalan adil dan objektif. Kami percaya proses yang transparan akan memberikan kepastian hukum sekaligus menenangkan publik,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan yang gamblang. Pengelolaan uang negara yang bersih adalah harga mati. Semua pihak harus mendukung upaya penegakan hukum, demi keadilan dan tentu saja, kepercayaan publik yang kadang mulai luntur.
Artikel Terkait
Tersangka Dokter Richard Lee Tiba dengan Alphard, Perlakuan Istimewa di Polda Metro Jaya
Dewas KPK Janji Umumkan Hasil Pemeriksaan Etik Kasus Bobby Nasution Pekan Depan
BNN Gerebek Apartemen Mewah Ancol, Pabrik Narkoba Cair Disamarkan dalam Liquid Vape
Rieke Diah Pitaloka Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Bekasi