"Sebenarnya sudah bikin addendum waktu itu. Nah si T ini bilang, dia mau membayar uang yang diselewengkan itu dengan mencicil sebesar Rp50 juta per bulan. Tapi sampai sekarang, dia tidak pernah membayarnya," jelas Ajie memaparkan kronologi yang membuatnya kecewa.
Lebih memprihatinkan, setelah janji itu tidak ditepati, T justru memutus seluruh jalur komunikasi dengan keluarga. Sikap ini yang kemudian diinterpretasikan Ajie sebagai bentuk pengingkaran dan niat untuk melepaskan tanggung jawab. Situasi ini pada akhirnya meninggalkan jalan damai sebagai opsi yang sudah tertutup.
Perjuangan Hukum sebagai Jalan Terakhir
Dihadapkan pada kebuntuan mediasi dan sikap tidak kooperatif dari pihak tergugat, Ajie Darmaji menyatakan kesiapannya untuk menjalani proses hukum yang mungkin panjang. Keputusannya ini diambil dengan pertimbangan matang, meski menyadari bahwa hasilnya belum tentu sesuai harapan.
"Saya tidak berharap, ini menjadi ramai lagi. Jadi ya lebih baik berjuang secara hukum. Dapat atau tidak dapat uang itu kembali, yang penting orang ini harus membayar kesalahannya," ungkapnya, menegaskan bahwa prinsip keadilan dan pertanggungjawaban kini menjadi hal yang utama, di samping upaya pengembalian dana.
Artikel Terkait
Aktor Lee Sang Bo Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebab
Lee Junho Pertimbangkan Tawaran Main di Drama Buy King, Berpotensi Duel Akting dengan Joo Ji Hoon
Titan Tyra Minta Maaf Usai Kontroversi Rebahkan Kursi Pesawat Saat Hamil
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo