Di tengah terik matahari Kamis pagi, suasana di Kampung Ciwiru, Serang, justru ramai dan penuh semangat. Polda Banten, bersama Polresta Serang Kota, baru saja menggelar acara Panen Raya Jagung Serentak untuk kuartal terakhir 2025. Acara ini bukan sekadar seremoni. Ada harapan besar di baliknya, yaitu untuk ikut mendorong program swasembada pangan di tingkat nasional.
Lokasi panen seluas 4 hektare itu terletak di Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka. Lahan milik pribadi yang disewa Kelompok Tani Margahayu 1 ini ternyata cukup produktif. Mereka memperkirakan hasil panennya bisa mencapai 8 hingga 16 ton jagung. Cukup angka yang menjanjikan.
Puncak acara dipimpin langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Hengki. Dia tampak didampingi Wakapolda Brigjen Hendra Wirawan. Tak ketinggalan, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia dan Kapolresta Serang Kota Kombes Yudha Satria juga hadir, lengkap dengan sejumlah pejabat lain yang terkait.
Menurut Kapolda, momen panen raya seperti ini punya peran yang sangat strategis. Bukan cuma soal angka tonase, tapi lebih pada upaya menjaga ketahanan pangan kita.
"Panen raya ini merupakan hasil sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Polri. Kami berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan petani, pengamanan distribusi hasil pertanian serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," jelas Hengki.
Dia kemudian membeberkan angka yang lebih luas. Total lahan jagung yang dipanen di wilayah hukum Polda Banten mencapai sekitar 36,9 hektare. Namun begitu, Hengki menekankan bahwa urusan pangan tidak pernah berdiri sendiri.
Ketahanan pangan, ujarnya, tidak cuma ditentukan oleh hasil bumi yang melimpah. Faktor lain seperti stabilitas keamanan dan distribusi yang lancar sama pentingnya. "Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman dan menumbuhkan semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan," imbuhnya.
Jadi, di balik hamparan jagung yang menguning itu, ada upaya kolektif yang lebih besar. Sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan mencoba menjawab tantangan pangan nasional, dimulai dari satu lahan di Serang.
Artikel Terkait
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Kebakaran di Cianjur Tewaskan Tiga Orang, Nenek 64 Tahun Luka Bakar 100 Persen
Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Jakarta Timur
Indonesia Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan bagi Palestina di Sidang Dewan HAM PBB