Masalahnya, video wawancara itu kemudian diedit dan disandingkan dengan narasi podcast Densu. Jadinya, kesannya seperti Irfan dengan nada sinis menanggapi curhatan pilu Ressa yang baru muncul belakangan.
"Ada framing antara podcast Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans7. Itu tidak seperti yang dibayangkan,"
tegas Irfan.
Di tengah penjelasannya, Irfan juga menyorot fakta dari pihak kuasa hukum Denada yang selama ini cenderung diam. Klaimnya justru bertolak belakang dengan isu yang beredar.
"Mbak Denada itu tidak pernah tidak mengakui Resa sebagai anak. Resa ini bukan sekedar diakui, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan,"
begitu bunyi pernyataan kuasa hukum Denada yang ditampilkan Irfan.
"Gue melihat pengakuan dari podcast itu, gue pun menerima cerita dari pihak Denadanya yang belum bisa disebarluaskan. Dan saya tidak berpihak kepada salah satu pun,"
pungkasnya.
Sebelumnya, nama Ressa Rizky Rossano memang mendadak mencuat. Pemuda 24 tahun asal Banyuwangi ini muncul dan mengaku sebagai anak yang dibuang oleh ibu kandungnya. Spekulasi pun langsung mengarah ke Denada.
Hal ini tentu menimbulkan kontradiksi yang kuat. Denada selama ini dikenal publik sebagai sosok ibu tunggal yang sangat protektif dan penyayang pada anak-anaknya.
Artikel Terkait
Fadly Faisal Kenang Lula: Dia Traveling ke Eropa, Tapi Pesan Rendang
Tabung Pink di Apartemen Dharmawangsa: Kematian Lula Lahfah Tetap Jadi Misteri
Ammar Zoni Mohon Tak Dikembalikan ke Nusakambangan Usai Sidang
Sarwendah Diperiksa Polda Terkait Konten TikTok yang Sebar Isu Keluarga