Irfan Hakim Buka Suara Soal Video yang Dituduh Normalisasi Penelantaran Anak

- Jumat, 30 Januari 2026 | 18:45 WIB
Irfan Hakim Buka Suara Soal Video yang Dituduh Normalisasi Penelantaran Anak

Irfan Hakim tiba-tiba jadi sasaran amuk netizen. Semuanya berawal dari kasus penelantaran anak yang melibatkan Denada dan seorang pemuda bernama Ressa. Yang bikin gerah, hujatan di kolom komentar media sosialnya tak hanya berhenti pada dirinya. Istri dan anak-anaknya pun ikut kena getahnya.

Pemicunya? Sebuah potongan video yang beredar luas. Dalam cuplikan itu, Irfan terlihat bertanya pada Hotman Paris soal alasan seorang anak baru menuntut haknya di usia dewasa tepatnya 24 tahun. Banyak yang langsung mencapnya menyudutkan Ressa dan dianggap membela sahabatnya, Denada, dengan cara menormalisasi penelantaran anak.

Tak terima keluarganya jadi bulan-bulanan, Irfan akhirnya angkat bicara. Ia membongkar kronologi sebenarnya lewat sebuah video klarifikasi.

"Gue ceritain. Gue tahu lu semuanya kecewa. Kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan ibu-anak yang tidak jelas,"

begitu kata Irfan dalam video yang diunggahnya.

Ia menegaskan, wawancara dengan Hotman Paris itu terjadi dalam acara FYP Trans7 pada 20 Januari. Tanggal itu penting. Sebab, podcast Denny Sumargo (Densu) yang menampilkan Ressa baru tayang dan viral seminggu setelahnya. Jadi, saat ia melontarkan pertanyaan itu, publik belum digempur oleh cerita lengkap dari Ressa. Informasi masih simpang siur.

"Itu terjadi tanggal 20 Januari. Saat itu gue harus wawancara Bang Hotman Paris live, tapi karena macet akhirnya gue wawancaranya lewat Zoom meeting dari jalan,"

jelasnya lebih lanjut.

Menurut Irfan, pertanyaannya waktu itu sifatnya umum dan edukatif. Ia cuma mewakili rasa penasaran banyak orang tentang hukum perdata untuk anak di luar nikah. Bukan untuk menyerang siapa-siapa.

"Dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu. Padahal saat itu di tanggal 20 Januari, komentar orang-orang masih bertanya mengenai kenapa baru sekarang di umur 24 tahun,"

tambahnya.


Halaman:

Komentar