Namun begitu, cerita ini langsung memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Di tengah maraknya pembahasan soal grooming seperti yang pernah diungkap Aurelie Moeremans banyak yang justru mempertanyakan klasifikasinya.
Bukan maksud mendiskreditkan korban, tapi sejumlah orang merasa kejadiannya lebih cocok disebut pelecehan seksual. Argumennya, interaksi yang dikeluhkan terjadi saat sang wanita sudah berusia dewasa secara hukum.
Komentar dari akun @bungandrwt itu mewakili suara yang cukup banyak. Mereka memisahkan antara sejarah panjang pertemanan dengan tindakan spesifik yang diduga terjadi saat korban sudah legal.
Sampai detik ini, Rian D'Masiv masih bungkam. Belum ada pernyataan resmi sedikit pun dari pihaknya atau manajemen. Yang terlihat, ia tetap sibuk dengan aktivitasnya; manggung, berkarya, dan berinteraksi dengan penggemar seperti biasa seolah badai ini tidak terjadi.
Dunia maya pun terbelah. Di satu sisi, ada yang mendukung penuh sang pengaku. Di sisi lain, ada yang menunggu klarifikasi dan bukti yang lebih konkret. Satu hal yang pasti: kasus ini sekali lagi membuka kotak Pandora tentang relasi kuasa, kesadaran publik akan grooming, dan betapa rumitnya mencari keadilan di ruang digital yang penuh dengan klaim dan tudingan.
Artikel Terkait
Ali Fikry Ungkap Kehangatan Keluarga di Balik Layar Esok Tanpa Ibu
Tamara Tyasmara: Olahraga 4 Jam Sehari Demi Berat Badan Ideal di Layar Kaca
Di Balik Kabut Bulusaraung, Seorang Ayah Bertahan Menunggu
Prilly Latuconsina Tinggalkan Sinemaku Pictures, Pilih Jalan Sendiri demi Kebebasan Kreatif