Namun begitu, cerita ini langsung memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Di tengah maraknya pembahasan soal grooming seperti yang pernah diungkap Aurelie Moeremans banyak yang justru mempertanyakan klasifikasinya.
Bukan maksud mendiskreditkan korban, tapi sejumlah orang merasa kejadiannya lebih cocok disebut pelecehan seksual. Argumennya, interaksi yang dikeluhkan terjadi saat sang wanita sudah berusia dewasa secara hukum.
Komentar dari akun @bungandrwt itu mewakili suara yang cukup banyak. Mereka memisahkan antara sejarah panjang pertemanan dengan tindakan spesifik yang diduga terjadi saat korban sudah legal.
Sampai detik ini, Rian D'Masiv masih bungkam. Belum ada pernyataan resmi sedikit pun dari pihaknya atau manajemen. Yang terlihat, ia tetap sibuk dengan aktivitasnya; manggung, berkarya, dan berinteraksi dengan penggemar seperti biasa seolah badai ini tidak terjadi.
Dunia maya pun terbelah. Di satu sisi, ada yang mendukung penuh sang pengaku. Di sisi lain, ada yang menunggu klarifikasi dan bukti yang lebih konkret. Satu hal yang pasti: kasus ini sekali lagi membuka kotak Pandora tentang relasi kuasa, kesadaran publik akan grooming, dan betapa rumitnya mencari keadilan di ruang digital yang penuh dengan klaim dan tudingan.
Artikel Terkait
MNCTV Tayangkan Langsung Malam Puncak Anugerah Cahaya Ramadan Awards 2026
Okezone Rayakan HUT ke-19, Targetkan Jadi Pusat Informasi Kredibel
MD Pictures Adaptasi Buku Laris Filosofi Teras ke Film, Dibintangi Sherina Munaf
Tristan Molina Akui Puasa Itu Berat, Olla Ramlan Syukuri Dukungan Pasangan di Ramadhan