"Syutingnya kan di Lembang dan kita beneran terisolasi di hotel. Setiap malam tuh kita suka bakar-bakar marshmallow di fireplace, dengerin lagu, dan ngobrol-ngobrol. Kehangatan itu masih aku kebayang-bayang sampai sekarang,"
kenang Ali dengan senyum.
Kedekatan itu membuatnya berharap hubungan mereka takkan pupus begitu film selesai dipromosikan.
"Aku harap hubungan hangat ini, kebersamaan kita akan langgeng sampai nanti akhirnya aku gede. Amin,"
pungkasnya. Harapan itu langsung dapat sambutan hangat, diiyakan oleh Ringgo dan Dian yang hadir di sampingnya.
Lalu, seperti apa sebenarnya film "Esok Tanpa Ibu" ini? Ceritanya berpusat pada Rama, diperankan Ali Fikry, seorang remaja yang hidupnya berantakan setelah ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo), jatuh koma.
Duka kehilangan itu perlahan menyibak retakan hubungannya dengan sang ayah (Ringgo Agus Rahman) yang selama ini terasa kaku dan penuh miskomunikasi. Film ini adalah sebuah perjalanan emosional bagi ayah dan anak untuk saling memahami, berdamai dengan rasa sakit, dan mencari kembali arti keluarga di tengah dunia yang serba digital.
Rencananya, film yang sarat dengan pesan emosional ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026.
Artikel Terkait
Badai Grooming atau Pelecehan? Rian DMasiv Dituding Pengguna Threads
Tamara Tyasmara: Olahraga 4 Jam Sehari Demi Berat Badan Ideal di Layar Kaca
Di Balik Kabut Bulusaraung, Seorang Ayah Bertahan Menunggu
Prilly Latuconsina Tinggalkan Sinemaku Pictures, Pilih Jalan Sendiri demi Kebebasan Kreatif