Samira Farahnaz, yang lebih dikenal publik sebagai Doktif, kini resmi berstatus tersangka. Posisinya sama dengan Richard Lee, yang juga sedang berurusan dengan hukum. Kasusnya? Dugaan pencemaran nama baik. Sementara Richard Lee dijerat dengan pasal perlindungan konsumen terkait produknya. Dua-duanya masih terus diproses.
Doktif sendiri mengonfirmasi hal ini. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Tribunnews, ia terlihat cukup terbuka.
"Betul, kami sama-sama tersangka. Saya dengan UU ITE soal pencemaran nama baik, dan Richard Lee dengan UU Kesehatan," ujarnya.
Namun begitu, ada harapan besar yang ia sampaikan. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk berlaku adil dan transparan. Menurutnya, proses hukum yang berjalan harus setara, tidak boleh pilih kasus. "Jadi seharusnya keadilan itu berlaku sama," tandasnya tegas.
Di sisi lain, Doktif mengaku heran. Kenapa? Proses hukum terhadap Richard Lee dinilainya berjalan lambat. Ia mempertanyakan alasan Richard Lee belum juga ditahan, padahal ancaman hukumannya disebut-sebut berat.
"Ancamannya sampai 12 tahun plus 5 tahun. Kalau tidak ditahan, saya mau tanya ada apa dengan hukum di negara ini? Coba bandingkan dengan kasus lain, ancamannya lebih kecil tapi langsung ditahan," ucapnya lagi.
Ia pun menyinggung status tersangkanya sendiri. Doktif bersikeras bahwa penegak hukum harus independen, tidak terpengaruh tekanan pihak mana pun.
"Kalau saya merasa bersalah, saya tidak akan berdiri di sini. Justru saya siap membuka semua proses yang diduga dikondisikan, termasuk bagaimana saya bisa ditetapkan sebagai tersangka."
Lalu, ia mengungkapkan apa yang ia anggap sebagai akar masalah. "Yang saya lawan ini bukan orang per orang, tapi uang. Uang dari mafia skincare yang selama ini mengambil keuntungan dari masyarakat," bebernya.
Bagi Doktif, prinsipnya sederhana: tidak ada yang kebal hukum. Titik.
"Merah putih. Salah ya salah, benar ya benar. Tidak ada yang kebal hukum," pungkasnya.
Jadi, begitulah situasinya sekarang. Dua pihak, sama-sama tersangka, saling berhadapan dalam kasus yang berawal dari saling kritik di dunia skincare ini. Doktif terus mendesak keadilan yang setara. Sementara kasusnya sendiri masih terus bergulir, menunggu kepastian hukum berikutnya.
Artikel Terkait
Penampilan Bad Angel Lisa BLACKPINK di Coachella 2026 Picu Perdebatan Netizen
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal