Ia pun menyinggung status tersangkanya sendiri. Doktif bersikeras bahwa penegak hukum harus independen, tidak terpengaruh tekanan pihak mana pun.
"Kalau saya merasa bersalah, saya tidak akan berdiri di sini. Justru saya siap membuka semua proses yang diduga dikondisikan, termasuk bagaimana saya bisa ditetapkan sebagai tersangka."
Lalu, ia mengungkapkan apa yang ia anggap sebagai akar masalah. "Yang saya lawan ini bukan orang per orang, tapi uang. Uang dari mafia skincare yang selama ini mengambil keuntungan dari masyarakat," bebernya.
Bagi Doktif, prinsipnya sederhana: tidak ada yang kebal hukum. Titik.
"Merah putih. Salah ya salah, benar ya benar. Tidak ada yang kebal hukum," pungkasnya.
Jadi, begitulah situasinya sekarang. Dua pihak, sama-sama tersangka, saling berhadapan dalam kasus yang berawal dari saling kritik di dunia skincare ini. Doktif terus mendesak keadilan yang setara. Sementara kasusnya sendiri masih terus bergulir, menunggu kepastian hukum berikutnya.
Artikel Terkait
Gereja Buka Suara Soal Pernikahan Aurelie dan Roby: Ada Pernikahan, Tapi...
Insanul Fahmi Berupaya Pulihkan Rumah Tangga, Minta Kepastian dari Mawa
Jonathan Frizzy dan Ririn Dwi Ariyanti: Coming Soon New Chapter Usai Masa Kelam
Kisah Aurelie Buka Luka Lama Jessica Iskandar: Aku Juga Pernah Alami di Masa Kecil