Kak Seto Berbenah: Refleksi atas Luka Lama di Bawah Sorotan

- Jumat, 16 Januari 2026 | 13:15 WIB
Kak Seto Berbenah: Refleksi atas Luka Lama di Bawah Sorotan

Kak Seto di Sorotan: Dari Si Komo ke Kontroversi Masa Lalu

Nama Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto, mendadak ramai lagi. Kali ini bukan karena lagu anak-anak atau senyumnya yang khas, melainkan terkait sikapnya di masa lalu dalam sebuah kasus yang sedang hangat. Sorotan ini muncul setelah terbitnya buku "Broken Strings" karya Aurelie Moeremans, yang mengungkap pengalamannya sebagai korban child grooming dan kekerasan seksual saat masih remaja.

Menurut pengakuan ibu Aurelie, Sri Sunarti, saat kasus hubungan Aurelie dengan aktor Robby Tremonti dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) pada 2010, Kak Seto yang saat itu menjabat sebagai Ketua dinilai tidak menanggapinya dengan serius. Pemberitaan inilah yang kemudian membanjiri linimasa media sosial, membuat sosok psikolog legendaris ini "dirujak" oleh banyak netizen.

Lantas, siapa sebenarnya sosok di balik nama besar Kak Seto?

Pria Klaten yang Hidup untuk Anak

Lahir di Klaten, 28 Agustus 1951, perjalanan karir Seto Mulyadi memang tak lepas dari dunia anak. Setelah lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, pria ini melanjutkan hingga meraih gelar doktor. Tapi bagi kebanyakan orang, dia lebih dikenal sebagai sosok ceria pendamping Pak Kasur di acara TVRI "Aneka Ria Taman Kanak-Kanak", sekaligus pencipta karakter Si Komo yang melegenda.

Komitmennya tak main-main. Selain aktif sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), dia juga mendirikan beberapa yayasan dan bahkan punya sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. Segudang penghargaan telah diraihnya, dari tingkat nasional hingga internasional, yang kebanyakan berkaitan dengan pengabdiannya pada anak-anak.


Halaman:

Komentar