Eva Manurung akhirnya angkat bicara. Isu kedekatannya dengan seorang pria brondong yang sempat ramai itu, ternyata cuma rekayasa belaka. Pengakuannya itu disampaikan dalam sebuah wawancara bersama Melaney Ricardo.
Menurut Eva, semua itu cuma settingan. Sebuah pengalihan isu yang sengaja ia buat. Tujuannya cuma satu: melindungi anaknya, Virgoun, dari tekanan mental akibat gempuran perundungan netizen.
"Itu hanya setting-an. Saya enggak kuat lihat anak saya di-bully," ujar Eva.
Ia mengaku keputusan itu diambil dalam kondisi terdesak. Naluri keibuannya mengambil alih. Baginya, tak ada lagi yang lebih penting selain keselamatan anak semata wayangnya itu. Ia rela menjadi sasaran empuk hujatan publik, asal Virgoun bisa dapat ruang bernapas.
"Pasang badan demi Virgoun. Biar aku saja yang dihajar, daripada anakku yang terus disiksa mentalnya," ungkapnya blak-blakan.
Dampak bullyannya ternyata parah banget. Eva cerita, Virgoun sampai ketakutan setiap kali mau naik panggung. Ancaman dari para hater itu nyata, bahkan sampai ada yang melempari botol dan air mineral ke arahnya.
"Dia sampai minta bodyguard jaga di panggung karena sering dilempar botol sama haters," tutur Eva dengan nada sedih.
Sebagai ibu tunggal, Eva merasa punya tanggung jawab penuh. Ide settingan ini, katanya, datang dari dirinya sendiri bersama manajemen. Ia bahkan yang aktif mencari 'pemeran' pria brondong itu. Semua risiko sudah ia pertimbangkan matang-matang, termasuk dicibir habis-habisan.
"Aku sama manajemenku yang rencanakan. Aku yang minta, aku yang cari orangnya," katanya.
Di sisi lain, Eva bersumpah kalau hubungan settingan itu murni hanya untuk pencitraan. Tak ada perasaan apalagi tindakan yang melampaui batas.
"Demi Tuhan, aku nggak pernah macam-macam. Kalau aku bohong, biarlah rezekiku ditutup," tegasnya dengan nada emosional.
Masa-masa itu jelas berat. Eva mengaku hanya bisa berserah dan berdoa, berusaha kuat agar tidak terseret dalam keputusasaan. Namun begitu, ada secercah harapan. Hubungannya dengan Virgoun pelan-pelan membaik. Sang putra mulai menerima pekerjaan lagi dan perlahan bangkit, meski luka di hati belum sepenuhnya sembuh.
Bagi Eva, semua pengorbanan ini dilakukan demi masa depan Virgoun dan cucu-cucunya. Ia tak mau konflik orang dewasa merembet ke generasi berikut. Ia berharap publik bisa memahami langkah ekstremnya ini, sebuah keputusan yang lahir dari rasa sayang seorang ibu, bukan dari pertimbangan yang dingin dan rasional.
Di akhir, pesannya tetap sama: ia siap menanggung segala konsekuensi.
"Biar aku yang di-bully, yang penting anakku aman," pungkas Eva. Titik.
Artikel Terkait
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal
Shindy Fioerla Ungkap Body Shaming dari Suami, Jadi Motivasi Jalani Operasi Bariatrik