Namun, di balik gemerlapnya, Peggy merasakan kekosongan dan ketidakbahagiaan yang sulit dijelaskan.
"Aku merasa sudah mencapai semuanya. Maksudnya, di dalam konteks semua kategori industri hiburan. Kayak main sinetron, film, punya album nyanyi, jadi host, banyak nominasi dan penghargaan," ujarnya.
Namun, kesuksesan yang diraih tidak mampu memberikan ketenangan hati. "Kenapa semua kesuksesan yang pernah diraih, enggak membuat ketenangan hati. Mungkin aku dapat hidup yang senang, tapi beda dengan hidup yang tenang," tuturnya.
Hijrah dan Muhasabah: Kembali ke Pangkuan Tuhan
Peggy Melati Sukma memutuskan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Dari sana, ia menemukan bahwa pekerjaannya di dunia hiburan terlalu terpaku pada nilai-nilai materialistik.
"Setelah aku kembali ke Islam, hasilnya (kerja di dunia hiburan) materialis sekali. Popularitas, uang, kekayaan, duniawi sekali. Dengan fase yang begitu tinggi dan cepat, justru me-reduce kedekatan kita dengan Pencipta," jelas Peggy dengan tulus.
Peggy menyadari bahwa kesuksesan membawa manusia ke dalam kelalaian. "Kita merasa sudah mencapai sesuatu kan? Padahal, kalau kita kembali ke dalam diri sendiri, kita sadar hidup akan segera berakhir," imbuhnya, merenungi hakekat hidup yang sebenarnya.
Dengan keputusan kuat, Peggy Melati Sukma mulai menjalani proses mendekatkan diri pada Tuhan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojokbaca.id
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia