"Aku ngerasanya mungkin kayaknya lebih dari seumur hidupku aku banyak memberikan itu kepada orang lain. Jadi aku tidak kasihan sama diri sendiri. Bahwa diri sendiri ini ternyata butuh loh untuk diperhatiin lebih,"
Gangguan ini bukan cuma soal perasaan. Gejalanya fisik banget. Saat kambuh, jantungnya berdebar kencang, dadanya sesak, napas pun jadi sulit. Mirip dengan yang dialami banyak orang dengan kondisi serupa.
Lalu, bagaimana dengan perceraiannya? Menariknya, Andhara justru merasa keputusan itu memberi dampak positif bagi kesehatan mentalnya. Meski berat, ada beban yang terlepas. Ia merasa lebih stabil sekarang.
"Insya Allah, insya Allah ya (lebih stabil). Enggak bisa dipungkiri ada satu beban yang sudah terlepas ya dari aku. Jadi ya pelan-pelan aku juga lagi nge-reset diri sih sebenarnya,"
Untuk pemulihan, ia memilih jalan tanpa obat-obatan. Andhara punya metode sendiri. Ketika rasa cemas itu datang menyerang, ia mencoba teknik pernapasan. Kalau itu tak mempan, ia beralih ke menulis jurnal atau journaling.
"Aku healing sendiri aja. Begitu aku ngerasa aku mulai datang anxiety-nya, aku kalau memang enggak works dengan olah napas gitu, akhirnya aku journaling,"
Andhara Early dan Bugi Ramadhana menikah pada 11 September 2011. Pengumuman perceraian mereka tersampaikan melalui unggahan di Instagram Andhara, tanggal 2 Januari 2026. Sekarang, langkahnya terasa lebih ringan. Ia sedang berdamai, bukan hanya dengan keadaan, tapi terutama dengan dirinya sendiri.
Artikel Terkait
Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar, Ruang Rapat Bergemuruh Tawa
Ammar Zoni Berharap Tak Kembali ke Nusakambangan, Ungkap Alasan Pilih Cipinang
Ivan Gunawan Ungkap Transformasi Pribadi dan Proyek Masjid Impian
Ridwan Kamil Buka Suara Usai Perceraian: Masih Ingin Pertahankan Hubungan