Menurut pengacaranya, sikap ini benar-benar mencerminkan komitmen untuk melindungi kondisi psikologis anak. Itu prioritas nomor satu di tengah segala kerumitan ini. Dan harus diakui, langkah mereka patut diacungi jempol. Bayangkan, menjalani semua ini sementara seluruh orang seolah-olah menunggu kesalahan.
Intinya, kekompakan mereka dalam mengasuh anak membuktikan satu hal: perpisahan bukanlah alasan untuk cuci tangan dari tanggung jawab sebagai orang tua. Malah, komunikasi yang tetap terjaga justru mempermudah pengambilan keputusan bersama. Hal kecil yang sangat krusial untuk menjaga stabilitas keluarga ke depannya.
Wenda berharap kondisi seperti ini bisa bertahan sampai proses hukum benar-benar tuntas. Kepentingan anak, sekali lagi, harus tetap di atas segalanya.
Perceraian tak harus selalu berkonotasi buruk, berujung permusuhan tanpa akhir. Hubungan yang baik dan saling menghormati tetap bisa dijaga, khususnya demi masa depan buah hati. Ia bahkan berharap sikap Ridwan Kamil dan Atalia ini bisa jadi contoh. Bahwa sebuah perpisahan tak otomatis menghancurkan fondasi kekeluargaan yang sudah dibangun.
Dengan komunikasi yang sehat dan niat yang tulus, proses yang pahit ini bisa dijalani dengan lebih bijak. Fokus pada anak adalah kuncinya. Itulah yang membuat mereka tetap kompak, meski jalan yang dilalui sudah berbeda.
Artikel Terkait
Umi Pipik: Tanpa Buka Cadar, Mawa Tetap Dilirik Banyak Brand
Celine Evangelista Persembahkan Anak-anaknya dalam Tawaf Penuh Makna
Gilang Dirga Bertekad Tinggalkan Rokok Usai Ditinggal Ayah Akibat Serangan Jantung
Video Parodi Banjir Picu Teror, Yama Carlos Dihantui Kiriman COD Misterius