Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Washington DC disambut harap besar oleh para pelajar Indonesia di sana. Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, atau Permias, menyatakan optimisme mereka bahwa kunjungan ini bakal membawa angin segar bagi tanah air.
Memang, situasi global sedang tidak menentu. Tantangan di mana-mana. Menurut Axel Hutapea, Presiden Permias Nasional, kepemimpinan Prabowo saat ini dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. "Namun begitu," ujarnya, "kami percaya pada kemampuan Presiden untuk memberikan yang terbaik."
Axel menyampaikan hal itu Selasa (17/2) waktu setempat, tak lama setelah pesawat Garuda Indonesia yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Maryland.
"Kami percaya pada kemampuan Presiden untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang memberi dampak positif dan dampak nyata bagi seluruh masyarakat," tegas Axel.
Dia meyakini Prabowo adalah pemimpin yang bijak. Setiap keputusan dalam kunjungan ini, diharapkan bisa memberi manfaat nyata. Meski begitu, Axel mengingatkan agar kehati-hatian tetap jadi prioritas. Bagaimanapun, semua keputusan harus bermuara pada kebaikan bangsa.
"Jadi, kunjungan Presiden ke Washington DC hari ini dan sampai akhir minggu ini harus membawa dampak yang nyata, yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.
Di sisi lain, ada beberapa hal spesifik yang diharapkan para mahasiswa. Permias ingin pemerintah lebih memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan bagi WNI di AS. Konektivitas dengan dunia kerja juga jadi perhatian. Isu-isu ini sejalan dengan fokus Permias yang selama ini mengedepankan perlindungan WNI dan upaya hilirisasi riset.
Mereka juga berharap Presiden bisa meluangkan waktu untuk berdialog langsung. Sekedar bertukar pikiran tentang hal-hal yang jadi keprihatinan mereka di perantauan.
"Kami berharap Presiden selalu diberikan kesehatan panjang umur, kebijaksanaan dalam memimpin negara. Kami berharap bahwa dalam segala keputusan yang diambil, Presiden selalu menempatkan masyarakat, mahasiswa, diaspora sebagai bagian yang sentral dalam pemerintahannya," pungkas Axel.
Agenda Presiden di AS cukup padat. Setibanya Selasa siang waktu setempat, Prabowo dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan kelompok pebisnis AS pada Rabu (18/2). Lalu, ada konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian Gaza di hari Kamis. Puncaknya adalah pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan itu, rencananya akan ditandatangani perjanjian perdagangan timbal balik yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.
Dalam penerbangan dari Jakarta, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sekarang, tinggal menunggu hasil dari serangkaian pertemuan penting itu.
Artikel Terkait
KPK Sita Uang Rp 5 Miliar Lebih di Safe House Kasus Suap Bea Cukai
Satpol PP DKI Luncurkan Program Bedah Rumah, Dimulai dari Hunian Warga Disabilitas di Cengkareng
Satpol PP Bogor Amankan 9 Orang dalam Razia Prostitusi Terselubung Jelang Ramadan
Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Diproyeksikan Tumbuh Meski Tanpa Insentif Fiskal