BANGKOK Sorotan kamera dan sorak-sorai penonton memenuhi Bangkok Climbing Center, Sabtu (13/12/2025) lalu. Di arena itu, cabang panjat tebing Indonesia justru yang paling bersinar, menyabet dua emas sekaligus di SEA Games Thailand 2025. Benar-benar hari yang gemilang.
Puja Lestari membuka keran kemenangan. Di nomor women’s speed, dia tampil begitu konsisten. Gerakannya lincah, pijakannya mantap, dan akhirnya berhasil mengunci medali emas pertama untuk kontingen Merah Putih. Podium tertinggi itu akhirnya diisi bendera Indonesia.
Hebatnya, dominasi kita tak berhenti di situ. Susan Nur Hidayah menyusul di belakang Puja, merebut perak. Dua atlet putri itu seolah memberi pernyataan tegas: sektor speed putri adalah kekuatan kita.
Namun begitu, euforia belum usai. Giliran nomor men’s speed yang menegangkan. Di sini, Antasyafi Robby Al Hilmi tampil dengan kecepatan yang memukau. Gerakannya presisi, seolah menempel di dinding. Hasilnya? Emas kedua untuk Indonesia! Rasanya, bendera merah putih tak pernah berhenti berkibar di arena itu hari itu.
Alfian Muhammad Fajri pun tak mau ketinggalan. Dia melengkapi kesuksesan dengan meraih medali perak. Jadi, dari arena panjat tebing saja, Indonesia membawa pulang empat medali sekaligus: dua emas dan dua perak. Sungguh hasil yang luar biasa.
Koleksi Medali Indonesia Terus Menanjak
Dengan tambahan dari panjat tebing, posisi Indonesia di klasemen sementara SEA Games 2025 makin kokoh. Data terbaru menunjukkan kita sudah mengumpulkan 30 emas, 40 perak, dan 27 perunggu. Angka yang cukup solid di tengah persaingan ketat.
Capaian ini tentu bukan datang tiba-tiba. Sebelumnya, cabang lain seperti menembak, taekwondo, dan karate juga sudah menyumbang. Tapi, hari itu memang jadi milik para pemanjat tebing kita. Mereka menunjukkan kelasnya.
Di sisi lain, performa gemilang ini semakin menegaskan panjat tebing sebagai salah satu cabang andalan Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Konsistensi di nomor speed-lah yang jadi senjata utama, dan itu terus terjaga dengan baik.
SEA Games Thailand 2025 masih panjang. Masih banyak peluang medali yang terbuka lebar. Momentum positif seperti ini harus dijaga oleh setiap cabang olahraga.
Kontingen Indonesia sendiri punya target ambisius: 80 medali emas. Raihan dari panjat tebing ini jelas jadi suntikan semangat yang besar. Asa untuk bertengger di papan atas klasemen akhir pesta olahraga se-ASEAN ini, masih sangat hidup.
Artikel Terkait
Pelita Jaya Jakarta Menang Dramatis atas Bogor Hornbills di Gim Pertama Final IBL 2026
Veda Ega Pratama Terpuruk di Posisi 15 pada Latihan Perdana Moto3 Brno
Ketua KPU Sulsel Dukung Prancis Juara Piala Dunia 2026, Sebut Kekalahan Final 2022 Hanya Penundaan
AS vs Australia di Piala Dunia 2026: Duel Tim Pede Tinggi, Brasil Buru Kemenangan Perdana Lawan Haiti