Pria kelahiran Jakarta, 2 Juni 1992 ini memang punya jejak pendidikan yang cukup mentereng. Ia menyelesaikan S1 Hukum Tata Negara di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak berhenti di situ, Zaky lalu melanjutkan studi ke Mesir. Gelar magister diraih dari Universitas Al-Azhar, dan gelar doktor dari Universitas Darul Iftah, dengan fokus pada Studi Islam.
Jalur dakwahnya mulai menanjak sejak 2013. Saat itu, ia muncul di program AKSI sebuah stasiun TV nasional di bulan Ramadan. Gayanya yang komunikatif, nyentrik, dan mudah dicerna langsung menarik perhatian, terutama dari kalangan anak muda. Ia berhasil mencuri perhatian dan menonjol di antara peserta lainnya.
Di era digital, pengaruhnya makin meluas. Zaky aktif membagikan konten dakwah melalui Instagram dan TikTok, mengumpulkan ratusan ribu pengikut. Platform-platform itu menjadi kanal utamanya menjangkau jamaah.
Rentetan Masalah yang Menghampiri
Namun, di balik popularitasnya, nama Ustaz Zaky sebenarnya bukan kali ini saja tercoreng. Sebelum isu pelecehan seksual ini meledak, sudah ada beberapa catatan kelam.
Misalnya, ia pernah dituding melakukan tindak KDRT oleh mantan istrinya. Lalu, ada pula dua kasus lain yang menjeratnya: dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang pria. Belum lagi skandal video vulgar yang sempat beredar, yang diduga menunjukkan alat kelaminnya saat video call dengan seorang wanita.
Jadi, sederet kontroversi ini seolah menjadi bayang-bayang dari karir dakwahnya yang cemerlang. Kini, dengan tuduhan terbaru yang jauh lebih berat, publik hanya bisa menunggu. Menunggu ke mana arah angin akan berhembus, dan apakah sang ustaz akhirnya akan buka suara.
Artikel Terkait
Ibu Keisya Levronka Bongkar Kisah Pilu: Putranya Lumpuh Usai Jatuh dari Lantai Enam Kampus
Malam Ini di Cinta Sepenuh Jiwa: Hasbi Berkhianat dan Kabur, Suryono Biarkan Anaknya Jadi Buronan
Misteri Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Terungkap
Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada