Bigmo Buka Suara: Trauma Miskin yang Mengarahkannya ke Senayan

- Rabu, 17 Desember 2025 | 09:50 WIB
Bigmo Buka Suara: Trauma Miskin yang Mengarahkannya ke Senayan

Trauma Masa Lalu yang Menggerakkan Mimpi Besar Bigmo

Muhammad Jannah, atau yang lebih dikenal luas sebagai Bigmo, punya ambisi besar. Di tengah sorotan pada kasus hukum sang kakak, Resbob, ia justru bicara soal masa depannya. Impiannya? Duduk di kursi DPR RI.

Namun begitu, jalannya tak langsung menuju Senayan. Ada tahapan yang ingin ia lewati dulu. “Mimpi gue, gue jadi streamer nomor 1 dulu,” ujarnya dalam sebuah percakapan di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Ia merasa butuh waktu sekitar empat tahun untuk mencapainya, sekaligus menyelesaikan apa yang ia sebut ‘permainan’ finansialnya. “Abar itu 2029, kalau gue sepinter itu dan sekerja keras itu… seharusnya gue udah bisa.”

Latar belakang keinginannya ini ternyata cukup personal. Bigmo mengaku punya trauma terhadap kemiskinan. Pengalaman hidup yang ia lalui membentuk tekadnya untuk menjadi kaya. “Karena gue gila banget duit, gue trauma lah waktu miskin,” tuturnya blak-blakasan. Itulah sebabnya, setelah sukses menjadi streamer, ia ingin melangkah lebih jauh: nyaleg.

“Izin, tapi gue pengen nyaleg,” sambungnya penuh keyakinan.

Bagi Bigmo, menjadi anggota dewan bukan sekadar pelengkap kesuksesan. Ia melihatnya sebagai bentuk kerja nyata berikutnya. “Gue ngerasa kalau udah tamat (dari ‘game’ duit), gue bukan tipe yang bisa pensiun di pantai. DPR RI. Kan lu udah punya semuanya, nggak perlu ngelakuin ini… tapi gue perlu ngerasa kerjanya.”

Di sisi lain, ia punya sosok panutan yang jadi standar kesuksesannya: Raffi Ahmad. Bukan karena Raffi terjun ke politik, tapi lebih pada etos kerja dan pencapaiannya. “Standar sukses gue kalau gue nggak jadi selevel Raffi Ahmad,” katanya. Ia mengamati bagaimana figur publik seperti Raffi bisa memiliki pengaruh, bahkan sebelum masuk ke ranah pemerintahan.

Rencananya cukup jelas. Bigmo ingin mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dulu sebelum benar-benar terjun. Ia merasa harus ‘menang’ dalam permainan finansial ini sebagai modal. “Gue nggak bakal terjun kalau belum kaya. Gue harus kaya dulu,” tegasnya. Baginya, kondisi finansial yang kuat akan membebaskannya untuk benar-benar fokus mengabdi nanti.

Lalu, apa yang akan ia lakukan jika terpilih?

“Seenggaknya menyampaikan aspirasi rakyat di Senayan,” janjinya. Ia membayangkan bisa membawa nilai transparansi dari dunia streaming ke dunia politik. “Gue pengen kalian ada figur yang trusted dan 100% transparan,” sambung Bigmo. Meski mengaku belum punya detail program yang matang, prinsip keterbukaan itu yang ingin dipegangnya.

Jadi, itulah jalan panjang yang dibayangkan Bigmo. Dari trauma kemiskinan, lalu membangun menara kesuksesan sebagai streamer, dan akhirnya mendaratkan pengaruhnya di gedung parlemen. Sebuah mimpi yang, menurutnya, harus diraih dengan konsistensi dan kerja keras tanpa henti.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar